Pemkab Lamongan Salurkan 14 Ton Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Bengawan Jero

17 Jan 2026 - 13:19
Pemkab Lamongan Salurkan 14 Ton Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Bengawan Jero
Distribusi Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Bengawan Jero Lamongan. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus bergerak menangani dampak banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero yang merendam lima kecamatan. Hingga saat ini, bantuan logistik terus mengalir bagi ribuan warga yang rumah dan mata pencahariannya lumpuh akibat genangan air yang tak kunjung surut.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lamongan, Ery S. Rosidi, menyatakan bahwa distribusi bantuan telah dilakukan secara bertahap untuk menjangkau seluruh titik terdampak.

Ery menjelaskan bahwa total bantuan sembako yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten telah memasuki tahap ketiga. Langkah ini diambil untuk memastikan ketahanan pangan warga tetap terjaga selama masa darurat banjir.

"Kalau sembako, sudah tiga kali kirim sebanyak 14.550 kilogram. Selain itu, PKK Lamongan dan DWP Lamongan juga telah mendistribusikan ratusan paket sembako pada warga terdampak banjir Bengawan Jero," ujar Ery saat dikonfirmasi afederasi.com, Sabtu (17/1/2026) siang.

Sinergi antara BPBD dengan organisasi wanita seperti TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) ini diharapkan dapat menyisir kebutuhan warga secara lebih mendetail, terutama kebutuhan pokok sehari-hari.

Bencana banjir ini memberikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas masyarakat di kawasan Bengawan Jero. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 16.988 jiwa terdampak yang tersebar di 43 desa di lima kecamatan.

Kondisi infrastruktur juga memprihatinkan, di mana terdapat 4.752 unit rumah warga yang terendam.

Sektor pendidikan tidak luput dari terjangan air, tercatat sebanyak 87 lembaga pendidikan atau gedung sekolah ikut tergenang, yang tentunya menghambat proses belajar mengajar.

Dampak ekonomi yang paling berat dirasakan pada sektor pertanian. Hingga Sabtu ini, seluas 6.520 hektare lahan pertanian, baik berupa sawah maupun tambak, masih terendam banjir. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi para petani dan petambak di Lamongan karena air yang tak kunjung surut berisiko merusak hasil panen secara total.

BPBD Kabupaten Lamongan terus melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air jika curah hujan kembali tinggi di kawasan Bengawan Jero. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow