Peringati Hari Kartini, YKI Lamongan Fasilitasi Papsmear Gratis Wujudkan Perempuan Sehat dan Berdaya
Hari ini, dalam rangka memperingati Hari Kartini, kami melaksanakan layanan Papsmear gratis dan pemeriksaan kesehatan bagi sekitar 50 orang. Ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap perempuan Lamongan agar terbebas dari ancaman kanker payudara maupun serviks yang angkanya masih cukup tinggi," ujarnya.
Lamongan, (afederasi.com) – Semangat perjuangan R.A. Kartini dalam memajukan kaum perempuan kini diwujudkan melalui aksi nyata di bidang kesehatan. Memperingati Hari Kartini, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Lamongan menggelar bakti sosial berupa layanan Papsmear gratis dan deteksi dini kanker bagi masyarakat, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kantor YKI Cabang Lamongan ini diikuti oleh puluhan peserta yang antusias memeriksakan kesehatan reproduksi mereka. Selain Papsmear, YKI juga memberikan edukasi terkait pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai langkah proteksi dini bagi kaum hawa.
Ketua YKI Cabang Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, mengungkapkan bahwa momentum Hari Kartini sangat tepat untuk mengingatkan para perempuan agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri sebagai fondasi keluarga yang kuat.
"Hari ini, dalam rangka memperingati Hari Kartini, kami melaksanakan layanan Papsmear gratis dan pemeriksaan kesehatan bagi sekitar 50 orang. Ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap perempuan Lamongan agar terbebas dari ancaman kanker payudara maupun serviks yang angkanya masih cukup tinggi," ujarnya.
Anis menekankan bahwa menjaga kesehatan adalah bentuk emansipasi modern. Menurutnya, kanker serviks sebenarnya adalah penyakit yang sangat bisa dicegah jika perempuan rutin melakukan skrining seperti Papsmear atau IVA minimal satu kali dalam setahun.
"Kanker leher rahim itu salah satu yang bisa dicegah dengan pemeriksaan rutin. Jadi sebenarnya peluang untuk menekan angka kasus itu cukup besar jika kita mau meluangkan waktu untuk periksa," imbuhnya.
Namun, Anis mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini bukanlah keterbatasan alat medis, melainkan hambatan psikologis berupa rasa takut dan malu yang masih menyelimuti benak sebagian besar perempuan.
"Mayoritas penderita datang terlambat, sudah stadium tiga atau empat, karena awalnya takut atau malu untuk periksa. Padahal kalau ditemukan di stadium satu atau dua, peluang untuk sembuh total itu sangat besar. Di hari Kartini ini, saya berpesan jangan takut periksa, jangan sampai kita kalah cepat dengan penyakit," tegas Anis.
Berdasarkan temuan di lapangan, kanker payudara masih mendominasi kasus kanker di Lamongan, disusul oleh kanker serviks. YKI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Dinas Kesehatan guna melakukan pemetaan data yang akurat agar penanganan dapat dilakukan secara masif.
Melalui pemberian layanan gratis ini, YKI Lamongan berharap para perempuan tidak lagi ragu untuk mendeteksi dini kesehatan mereka. Sehatnya perempuan Lamongan diyakini akan menjadi motor penggerak bagi kemajuan daerah, selaras dengan semangat juang Kartini yang tak pernah padam. (yan)
What's Your Reaction?

