Mengenal Cara Budidaya Lovebird bagi Pemula, Dari Pemilihan Indukan Hingga Perawatan Anakan
Jombang, (afederasi.com) – Budidaya lovebird kini semakin populer, tak hanya sebagai hobi yang menyenangkan tetapi juga sebagai peluang bisnis yang menggiurkan dengan pasar yang stabil. Bagi pemula yang tertarik memulai, kunci suksesnya terletak pada strategi dan pengetahuan dasar yang tepat.
Mohamad Iqbal, seorang breeder lovebird berpengalaman dari Jombang, membagikan panduan komprehensif bagi para pemula yang ingin terjun ke dunia peternakan burung warna-warni ini.
1. Persiapan Awal: Kandang dan Perlengkapan
Sebelum membeli indukan, siapkan kandang yang nyaman dan aman. Untuk pemula, sistem kandang baterai (satu sangkar per pasang) lebih disarankan karena mudah dikontrol.
"Kandang harus aman dari predator, mendapat sinar matahari pagi, dan sirkulasi udaranya baik," jelas Iqbal.
Ukuran minimal kandang adalah 40x40x60 cm dari bahan kuat seperti kawat besi. Lengkapi dengan tempat pakan-minum, tenggeran kayu keras, dan sarang kotak kayu berukuran sekitar 20x20x25 cm.
2. Pemilihan Indukan Berkualitas
Kunci produktivitas ada pada kualitas indukan. Pilih lovebird yang sehat, aktif, dan sudah menunjukkan tanda berjodoh (saling menyuapi). Usia ideal 1-2 tahun.
Ciri Sehat: Mata bersinar, bulu rapat tidak kusut, nafsu makan tinggi.
Tips Pemula: "Beli dari breeder terpercaya yang sudah menjamin pasangan jantan-betina, karena membedakan jenis kelamin lovebird cukup sulit untuk pemula," saran Iqbal.
3. Proses Penjodohan dan Penetasan
Setelah indukan dimasukkan, amati perilaku mereka. Proses penjodohan bisa memakan waktu beberapa hari hingga minggu. Tanda jodoh adalah keduanya selalu berdekatan.
Lovebird betina biasanya bertelur 4-6 butir. Masa inkubasi berlangsung 22-24 hari. Selama ini, jaga ketenangan kandang dan berikan pakan bergizi seperti sayuran hijau dan egg food.
4. Perawatan Anakan (Piyik) yang Kritis
Anakan (piyik) akan dirawat induknya hingga usia 2-3 minggu. Setelah itu, Anda bisa melakukan handfeeding (pemberian makan manual) dengan suntikan dan formula khusus untuk hasil optimal.
"Fase ini sangat kritis. Kebersihan alat dan suhu makanan harus diperhatikan betul untuk menekan angka kematian," tegas Iqbal.
5. Formula Pakan Sehat untuk Hasil Maksimal
Berikan pakan variatif:
Pakan Utama: Campuran biji-bijian (milet putih/merah, jewawut, kuaci kecil).
Extra Fooding (EF): Sayuran (sawi, jagung muda), buah (apel), dan egg food untuk kesuburan.
Mineral: Tulang sotong (cuttlebone) dan grit khusus harus selalu tersedia.
6. Perawatan Kesehatan Dasar
Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Jaga kebersihan kandang dengan menyikat tempat pakan-minum dan kotoran setiap hari. Kenali gejala sakit: lesu, bulu mengembang, nafsu makan turun, dan kotoran encer. Siapkan kontak dokter hewan atau toko obat burung terdekat.
7. Analisis Modal dan Peluang Pasar
Modal awal untuk 5 pasang induk berkualitas berkisar Rp 5-10 juta. Harga anakan lovebird standar mulai Rp 200-500 ribu per ekor, sedangkan untuk jenis fancy atau warna langka bisa mencapai jutaan rupiah. Pemasaran bisa dilakukan via online (marketplace, media sosial) dan offline (pasar burung).
Bagi pemula yang ingin menghemat tempat dan biaya, Iqbal juga merekomendasikan budidaya sistem koloni.
"Metode ini efektif dengan menampung banyak pasangan dalam satu kandang besar minimal 2x3 meter. Kuncinya adalah kandang kokoh dengan ventilasi baik, serta penyediaan sarang yang cukup untuk setiap pasangan," paparnya.
Kelebihan sistem koloni:
1. Efisiensi tempat dan biaya dibanding kandang satuan.
2. Perawatan lebih mudah (pemberian pakan serentak).
3. Lovebird lebih nyaman karena sifatnya yang sosial.
Pastikan untuk memilih indukan berkualitas, memberikan pakan bernutrisi tinggi, dan menjaga kebersihan kandang secara rutin.
Budidaya lovebird bagi pemula adalah investasi ketelatenan. Dengan persiapan matang, pemilihan bibit unggul, dan manajemen perawatan yang konsisten, hobi ini berpotensi berkembang menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.
"Lakukan riset, bergabung dengan komunitas, dan mulailah dengan skala kecil untuk meminimalisir risiko, mulai breeding dari niat awal adalah hobi (akan muncul perhatian dan kasih sayang sehingga ketemu cemistry thd hewan/burung)." tutup Mohamad Iqbal. (san)
What's Your Reaction?


