Semarak Festival Jadul Kampung Gus Dur Meriahkan Jombang, Jadi Destinasi Wisata Baru Penuh Makna
Jombang, (afederasi.com) – Semangat pluralisme dan kearifan lokal almarhum Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kembali dihidupkan melalui Festival Jadul Kampung Gus Dur.
Acara yang digelar di Halaman Parkir Stadion Merdeka Jombang dari 26 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 ini sukses menarik perhatian ribuan pengunjung.
Festival yang bertajuk nostalgia ini merupakan bagian dari rangkaian tasyakuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur dan peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama RI.
Kolaborasi solid digalang oleh Aliansi Masyarakat Jombang (AMJ), Barikade Gus Dur (BGD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, serta didukung puluhan organisasi dan pelaku usaha.
"Acara ini luar biasa. Saya bisa mengajak anak-anak merasakan bagaimana masa kecil kami dulu, mainan sederhana tapi penuh keceriaan. Ini juga bagian dari melestarikan warisan budaya," ujar Dwi (39), salah satu pengunjung yang antusias.
Ketua Aliansi Masyarakat Jombang, Zulfikar Damam Ikhwanto, menegaskan festival ini bukan sekadar ajang bernostalgia. "Ini adalah medium untuk menghidupkan kembali semangat Gus Dur: toleransi, kebhinekaan, dan kegembiraan.
" Kami ingin kampung halaman beliau menjadi tempat di mana semua orang bisa berkumpul, bersukacita, tanpa memandang perbedaan," paparnya.
Perekonomian warga. Puluhan stan kuliner jadul autentik dan oleh-oleh khas Jombang laris manis diserbu pengunjung, menunjukkan potensi festival ini sebagai destinasi wisata baru yang menggerakkan roda ekonomi lokal.
Antusiasme tinggi masyarakat pun mendorong rencana agar festival ini menjadi agenda tahunan Kabupaten Jombang.
Rangkaian Acara Padat Selama 10 Hari
Festival Kampung Gus Dur menawarkan ragam aktivitas setiap harinya, antara lain:
26 Desember 2025 : Pembukaan dengan Tari Saman dan pentas musik Islami.
27 Desember 2025 : Atraksi Barongsai dan pentas seni budaya oleh FKMJ.
30 Desember 2025: pembacaan Yasin ,tahlil doa haul ke 16 Gus Dur dilanjutkan musik gambus.
31 Desember 2025 Semarak Tahun Baru 2026 dan parade band madrasah.
01 Januari 2025 : pengajian umum dan parade sholawat.
02 Januari 2026 : musik elekton religi.
03 Januari 2026 : ada KMJ perform Jombang band legend.
4 Januari 2026: Penutupan dengan kembali menampilkan Tari Saman dan pentas musik Islami.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Ia menegaskan, momen ini selaras dengan visi Kemenag dalam mempromosikan nilai-nilai Gus Dur.
"Gus Dur mengajarkan pluralisme. Lewat penampilan anak-anak madrasah di pentas acara ini, kita ingin menunjukkan bahwa di madrasah, anak-anak tidak hanya belajar agama dan umum, tapi juga berkesenian.
Madrasah memberikan ruang leluasa bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan karakter dalam kebinekaan," ungkap Muhajir.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan, sekaligus mendekatkan institusi pendidikan madrasah dengan masyarakat luas.
Festival Jadul Kampung Gus Dur tidak hanya menyuguhkan kegembiraan masa lalu, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa semangat toleransi, kerukunan, dan kebersamaan yang diperjuangkan Gus Dur tetap hidup dan relevan di tanah kelahirannya. (san)
What's Your Reaction?


