Pengendara Diminta Hindari 5 Perilaku Berbahaya Ini
Jakarta, (afederasi.com) – Arus mudik dan liburan Natal 2025 masih tinggi. Data pada H+2 Hari Raya Natal, 27 Desember 2025, menunjukkan sebanyak 303.344 kendaraan melintasi tiga ruas tol utama yang dikelola ASTRA Infra, yakni Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan (Cipali), dan Jombang-Mojokerto.
Rinciannya, ruas tol Tangerang-Merak dicatat sekitar 156 ribu kendaraan melintas. Angka ini meningkat 7,7% dari lalu lintas harian normal, meski turun 2,7% dibanding periode Nataru tahun sebelumnya.
Sementara, ASTRA Infra Toll Road Cikopo-Palimanan (Cipali) mencatat lonjakan signifikan dengan 94 ribu kendaraan. Angka ini melonjak 46% dari lalu lintas normal dan naik 13% dari Nataru tahun lalu.
Di Jombang-Mojokerto, arus lalu lintas mencapai 51 ribu kendaraan, naik 50% dari kondisi normal dan meningkat 19% dari Nataru sebelumnya.
"Pada kondisi liburan dengan mobilitas tinggi, setidaknya ada lima perilaku berbahaya yang harus dihindari pengendara," tegas Sony Susmana, Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Indonesia, dalam keterangan pers, Sabtu (28/12/2025).
5 Perilaku Berbahaya yang Harus Dihindari di Tol Saat Liburan
1. Beristirahat di Bahu Jalan Tol
Parkir atau beristirahat di bahu jalan tol adalah pelanggaran dan meningkatkan risiko kecelakaan. Bahu jalan hanya untuk keadaan darurat.
Rinaldi, Group Chief Technical Officer ASTRA Infra, menyarankan pengendara untuk memanfaatkan rest area terdekat yang dilengkapi fasilitas lengkap seperti toilet gratis, ruang laktasi, mushola, tempat makan, dan minimarket.
"Kantong parkir telah ditambahkan selama Nataru. Di rest area KM 166 A (arah Cirebon) dan KM 164 B (arah Jakarta) ruas Cipali, juga tersedia fasilitas penginapan ekspres," jelas Rinaldi.
Jika rest area penuh, pengendara dapat istirahat di luar area tol dekat exit. Dengan sistem pembayaran tertutup, pengendara tidak dikenakan tarif tambahan saat kembali melanjutkan perjalanan.
2. Mengemudi secara Agresif
Perilaku seperti melanggar batas kecepatan, menyalip dari bahu jalan, berkendara zig-zag, atau memotong kendaraan lain secara emosional sangat berbahaya. ASTRA Infra mengimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, bukan mengejar waktu.
3. Berkendara Mager di Lajur Kanan (Lane Hogger)
Mengemudi dengan kecepatan rendah dan statis di lajur kanan (lajur cepat) sangat dilarang. Perilaku ini membahayakan kendaraan lain yang melaju kencang dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
4. Tidak Menjaga Jarak Aman
Kurangnya jarak aman mengurangi waktu reaksi dalam situasi darurat. Sony Susmana menyarankan jarak aman minimal 60-80 meter pada kecepatan 80 km/jam. Sebagai patokan mudah, gunakan metode hitungan 3 detik dengan patokan benda statis di pinggir jalan.
5. Memaksakan Berkendara Saat Lelah
Microsleep (hilang kesadaran sepersekian detik akibat lelah) adalah penyebab utama kecelakaan. Titik lelah umumnya terjadi setelah mengemudi 4 jam berturut-turut. Tanda-tandanya: mata berat, mengantuk, cara mengemudi tidak teratur, dan refleks menurun.
ASTRA Infra mengimbau para pelancong untuk:
1.Merencanakan perjalanan dengan baik dan menghindari puncak arus.
2.Memperhatikan update rekayasa lalu lintas di daerah tujuan.
3.Menyesuaikan kecepatan maksimal 70 km/jam saat kondisi hujan untuk menjaga keselamatan.
Dengan menghindari lima perilaku berbahaya di atas, diharapkan perjalanan mudik dan liburan Nataru 2025 dapat berlangsung lancar dan selamat. (san)
What's Your Reaction?


