Langkah Strategis Plt Bupati Tulungagung: Tunjuk Tri Hariadi Jadi Pj Sekda, Jaga Ritme Pemerintahan
Plt Bupati Tulungagung resmi melantik Tri Hariadi sebagai Penjabat (Pj) Sekda. Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilitas birokrasi dan memastikan pelayanan publik tetap optimal.
Tulungagung, (afederasi.com) – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Senin (4/5/2026) saat Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi mengukuhkan nakhoda baru di kursi birokrasi. Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, secara langsung melantik Drs. Tri Hariadi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda).
Langkah ini menjadi jawaban atas kekosongan jabatan definitif yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu, sekaligus simbol dimulainya babak baru penguatan administrasi daerah.
Penunjukan Tri Hariadi bukanlah tanpa alasan. Sebagai sosok yang sebelumnya menjabat Kepala Disnakertrans, ia dianggap memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjadi "Panglima OPD" di tengah tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
Plt Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bahwa proses ini telah melalui mekanisme yang sah dan mendapatkan lampu hijau dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menekankan betapa vitalnya posisi Sekretaris Daerah sebagai motor penggerak utama dalam sistem pemerintahan. Menurutnya, jabatan ini adalah jembatan koordinator bagi seluruh perangkat daerah guna memastikan roda administrasi tidak tersendat. Ia pun tak memungkiri bahwa kekosongan yang terlalu lama berisiko menghambat optimalisasi pelayanan publik yang menjadi hak masyarakat.
"Jabatan Sekda adalah penggerak utama administrasi dan koordinator seluruh perangkat daerah," tegas Baharudin di hadapan para undangan.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Pj Sekda saat ini sangat krusial demi menjaga stabilitas kinerja birokrasi agar tetap adaptif menghadapi dinamika yang ada. Baharudin juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap menjaga integritas dan bekerja sesuai regulasi yang berlaku. "Mari kita doakan agar segala proses yang berjalan lancar dan segera selesai," imbuhnya.
Usai prosesi pelantikan, Tri Hariadi langsung menyatakan kesiapannya untuk tancap gas. Fokus utamanya adalah memastikan kesinambungan program-program yang telah disusun pada tahun sebelumnya agar terealisasi maksimal di tahun 2026. Baginya, stabilitas psikologis ASN menjadi perhatian khusus pasca berbagai dinamika yang sempat mengguncang internal pemerintahan. Ia optimis bahwa mentalitas para abdi negara di Tulungagung sudah cukup matang untuk terus melangkah maju.
"Kita melanjutkan apa yang sudah direncanakan dan memastikan seluruh kegiatan pemerintahan berjalan lancar," ujar Tri Hariadi dengan nada optimis.
Ia menyadari pentingnya memberikan dukungan moral kepada rekan-rekan ASN agar tetap fokus pada tugas pelayanan. Menurutnya, profesionalisme adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
"Birokrasi itu harus profesional. ASN sudah disumpah untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat," tegasnya.
Ke depan, Tri Hariadi telah menyiapkan agenda strategis, termasuk memperkuat koordinasi lintas OPD dan melakukan evaluasi terhadap regulasi yang dirasa perlu perbaikan. Ia juga berencana memanfaatkan momentum kehadiran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai sarana diskusi untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.
Terkait serapan anggaran yang mungkin masih rendah, ia berjanji akan melakukan pengecekan mendalam dan mengambil langkah percepatan jika diperlukan.
Menutup pernyataannya, Tri Hariadi menegaskan bahwa soliditas internal adalah modal utama dalam membangun Tulungagung. Ia berkomitmen untuk mencari solusi terbaik atas tantangan belanja pegawai di masa mendatang serta memastikan pengisian jabatan yang kosong tetap sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.
"Yang penting adalah dukungan semua pihak. Insyaallah ASN tetap solid dan profesional dalam menjalankan tugasnya," pungkas pria yang kini memegang kendali administratif di Kabupaten Tulungagung tersebut.(riz/dn)
What's Your Reaction?

