Langkah Nyata Lamongan Berantas TBC: Masuk 10 Besar Nasional, Raih Zona Hijau
"Betul, angka capaian notifikasi sebesar 46 persen ini menunjukkan bahwa sistem pelaporan dan pelacakan kasus TBC kita di Lamongan berjalan semakin efektif. Menemukan kasus sebanyak-banyaknya adalah langkah awal yang sangat krusial, karena dengan ditemukannya penderita, kita bisa segera memberikan pengobatan secara tepat dan memutus rantai penularan di tengah masyarakat," ujar Yany Khoirurakhmawati saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026) pagi.
Lamongan, (afederasi.com) – Kabupaten Lamongan sukses mencatatkan performa gemilang dalam upaya penemuan dan pelacakan kasus Tuberkulosis (TBC) di tingkat nasional. Berdasarkan data terbaru Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 7 Juni 2026 yang dirilis Kementerian Kesehatan RI, Lamongan berhasil menembus peringkat ke-9 sebagai wilayah dengan capaian notifikasi TBC tertinggi di antara 18 provinsi prioritas di Indonesia. Selasa, (30/6/2026).
Berdasar data yang ada, Kabupaten Lamongan mencatatkan angka capaian notifikasi sebesar 46 persen. Dengan angka tersebut, Lamongan menjadi salah satu dari sedikit wilayah kabupaten yang sukses merangsek ke zona hijau target nasional, bersanding dengan kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa. Data tersebut juga memetakan bahwa estimasi total kasus TBC di Kabupaten Lamongan saat ini menyentuh angka 3.769 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan, Yany Khoirurakhmawati, menegaskan bahwa masuknya Lamongan dalam jajaran 10 besar nasional merupakan buah dari masifnya gerakan pelacakan (tracing) di akar rumput.
"Betul, angka capaian notifikasi sebesar 46 persen ini menunjukkan bahwa sistem pelaporan dan pelacakan kasus TBC kita di Lamongan berjalan semakin efektif. Menemukan kasus sebanyak-banyaknya adalah langkah awal yang sangat krusial, karena dengan ditemukannya penderita, kita bisa segera memberikan pengobatan secara tepat dan memutus rantai penularan di tengah masyarakat," ujar Yany Khoirurakhmawati saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026) pagi.
Meskipun menorehkan raport hijau di tingkat nasional, Yany Khoirurakhmawati mengingatkan seluruh jajaran tenaga kesehatan dan kader pemantau TBC di Lamongan untuk tidak cepat berpuas diri. Mengingat masih ada sisa dari total estimasi 3.769 kasus yang belum terdeteksi, intervensi di lapangan justru harus semakin diperketat demi menyukseskan agenda besar kesehatan nasional.
"Tantangan kita ke depan adalah mempertahankan dan meningkatkan angka ini, sekaligus memastikan seluruh pasien yang telah ditemukan menjalani pengobatan hingga sembuh total. Semua ini menjadi bagian dari langkah nyata kita menuju eliminasi TB 2030," tegasnya menambahkan. (yan)
What's Your Reaction?

