Pangkas Antrean Panjang, RSUD dr. Iskak Bakal Belanja 50 Mesin Hemodialisis di 2026

03 Feb 2026 - 15:48
Pangkas Antrean Panjang, RSUD dr. Iskak Bakal Belanja 50 Mesin Hemodialisis di 2026
Pengoperasian mesin hemodialisis (ilustrasi)

Tulungagung, (afederasi.com) – Guna menjawab tingginya kebutuhan layanan bagi penderita gagal ginjal, RSUD dr. Iskak Tulungagung melakukan langkah progresif dengan merencanakan penambahan hingga 50 unit mesin hemodialisis (cuci darah) pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai solusi atas fenomena antrean pasien yang kian membeludak setiap harinya.

Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, menegaskan bahwa pengadaan alat medis ini sudah masuk dalam kategori mendesak. Saat ini, rasio antara ketersediaan alat dengan jumlah pasien sudah tidak ideal, di mana daftar tunggu mencapai 100 pasien per hari.

"Kami memproyeksikan penambahan sekitar 40 hingga 50 unit. Saat ini, perhitungan mendalam mengenai total kebutuhan sedang kami rampungkan," ujar dr. Aini pada Selasa (3/2/2026) 

Ambisi besar ini tidak hanya sekadar mendatangkan mesin baru, tetapi juga mencakup perluasan infrastruktur fisik. Penambahan puluhan unit dialyzer tersebut menuntut adanya ruang layanan baru yang memadai.

Untuk memastikan standar kualitas bangunan medis, RSUD dr. Iskak tengah bersinergi dengan konsultan medis, akademisi dari universitas, hingga berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung serta Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim.

"Rencananya, penambahan akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal sebanyak 20 unit akan kami optimalkan di lantai dua. Namun, karena keterbatasan lahan, kami akan membangun fasilitas baru di area sisi timur Ruang Melati yang saat ini masih berfungsi sebagai area parkir karyawan," tambahnya.

Saat ini, rumah sakit plat merah tersebut hanya mengoperasikan 35 unit mesin cuci darah untuk melayani 100 pasien. Dengan jumlah tersebut, mesin harus bekerja ekstra keras melalui tiga shift sehari dengan rentan pelayanan 4-5 jam/pasien.

"Dengan adanya tambahan unit baru, diharapkan beban kerja mesin bisa lebih ideal menjadi dua shift, sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien," harapnya.

Namun, tantangan bukan hanya pada aspek teknis dan fisik. Dr. Aini menyadari bahwa mesin mutakhir memerlukan tangan-tangan ahli. Oleh karena itu, RSUD dr. Iskak kini tengah mempercepat peningkatan kompetensi tenaga medisnya.

"Kami sudah mendaftarkan para perawat untuk mengikuti pelatihan intensif hemodialisis di pusat-pusat medis ternama seperti RSUD dr. Soetomo Surabaya, UGM, dan RSSA Malang. Untuk tahap awal, 17 hingga 20 perawat akan berangkat pada Maret mendatang guna menjalani pelatihan selama tiga bulan," jelas dr. Aini.

Tingginya beban layanan di RSUD dr. Iskak tidak lepas dari statusnya sebagai rumah sakit rujukan. Meski mayoritas pasien berasal dari internal Tulungagung, banyak pula pasien yang merupakan rujukan dari wilayah tetangga, seperti Kabupaten Trenggalek dan sekitarnya.

Dengan ekspansi besar-besaran ini, RSUD dr. Iskak berkomitmen untuk terus menjadi pilar utama layanan kesehatan di Jawa Timur bagian selatan, memastikan setiap pasien gagal ginjal mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan tanpa antrean yang melelahkan.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow