Optimalkan Sektor Pertanian, Dinas SDABK Lamongan Revitalisasi 94 Waduk dan Embung Tahun Ini
"Revitalisasi 94 waduk dan embung ini adalah bentuk intervensi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan kembali daya tampung air. Sektor pertanian adalah pilar utama ekonomi Lamongan, jadi ketersediaan air irigasi harus benar-benar terjaga agar produktivitas petani kita tidak terganggu," ujar Erwin Sulistya Pambudi saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026) sore.
Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur pertanian dan ketahanan pangan. Tahun ini, sebanyak 94 waduk dan embung yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan dipastikan masuk dalam program revitalisasi besar-besaran, termasuk di antaranya Waduk Gondang. Senin, (29/6/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata mengembalikan fungsi optimal tampungan air yang selama ini mengalami penurunan kapasitas akibat sedimentasi (pendangkalan) dan kerusakan infrastruktur penunjang.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, mengungkapkan bahwa proyek revitalisasi ini menjadi prioritas daerah guna menjamin pasokan air pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan musim kemarau.
"Revitalisasi 94 waduk dan embung ini adalah bentuk intervensi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan kembali daya tampung air. Sektor pertanian adalah pilar utama ekonomi Lamongan, jadi ketersediaan air irigasi harus benar-benar terjaga agar produktivitas petani kita tidak terganggu," ujar Erwin Sulistya Pambudi saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026) sore.
Erwin merinci bahwa dari total 94 titik tersebut, jenis pengerjaan di lapangan akan bervariasi secara teknis, disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan riil di masing-masing lokasi.
"Dari total kegiatan itu, sebanyak 45 paket berupa pengerukan waduk maupun rawa, 20 paket pembangunan embung baru, 27 paket rehabilitasi embung, serta 2 paket peninggian tanggul," papar Erwin.
Puluhan paket revitalisasi tersebut tersebar merata di berbagai kecamatan, di antaranya Kecamatan Sugio, Karanggeneng, Sekaran, Modo, Tikung, Babat, Solokuro, Sukorame, Sambeng, Brondong, Mantup, Maduran, Karangbinangun, Kedungpring, Sarirejo, Sukodadi, hingga Bluluk.
Mengenai anggaran, Erwin menambahkan bahwa pembiayaan program masif ini bersumber dari kolaborasi anggaran yang matang demi mempercepat pemulihan infrastruktur pengairan di Lamongan.
"Besaran anggaran setiap titik bervariasi tergantung volume pekerjaan. Dananya kami serap secara kolaboratif, mulai dari APBD Kabupaten Lamongan, bantuan keuangan Provinsi Jawa Timur, hingga kucuran dana dari pemerintah pusat," imbuhnya.
Salah satu titik utama yang menjadi perhatian dalam program ini adalah Waduk Gondang yang terletak di Kecamatan Sugio. Waduk legendaris yang menjadi tumpuan ribuan hektare lahan pertanian ini mulai memasuki tahap persiapan pengerukan untuk mengatasi masalah sedimentasi yang cukup parah.
Erwin menjelaskan, pengerukan di Waduk Gondang akan menerapkan teknologi khusus mengingat luas dan dalamnya volume waduk tersebut.
"Untuk pengerukan Waduk Gondang, saat ini sudah mulai memasuki tahap persiapan teknis dengan memasang sarana pipa dan rakit untuk menjangkau ke titik tengah waduk. Pengerukan di Waduk Gondang ini nantinya akan menggunakan dredger," jelas Erwin.
Dredger merupakan kapal keruk khusus yang dilengkapi dengan peralatan mekanik terintegrasi untuk menyedot dan mengangkat lumpur dari dasar perairan, sehingga target kedalaman ideal waduk dapat tercapai dengan lebih efektif dan cepat.
Melalui sinergi pengerukan waduk, pembangunan embung baru, hingga peninggian tanggul ini, Pemkab Lamongan berharap risiko bencana hidrometeorologi seperti luapan air saat musim hujan dapat diminimalkan, sementara cadangan air untuk irigasi saat musim kemarau dapat terkunci dengan aman. (yan)
What's Your Reaction?

