Kolaborasi dengan Dinkes, RSUD dr Iskak Tulungagung Lakukan Sosialisasi PSC

Kolaborasi dengan Dinkes, RSUD dr Iskak Tulungagung Lakukan Sosialisasi PSC
Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp. B, FINACS, M.Kes saat sambutan dalam acara sosialisasi PSC bertempat di Balai Desa Keboireng Kecamatan Besuki (erin/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), RSUD dr Iskak Tulungagung lakukan sosialisasi public safety center (PSC).

Selain mendapatkan materi tentang layanan kegawatdaruratan tersebut, para peserta juga mendapatkan sosialisasi tentang upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi (PENAKIB) di Kabupaten Tulungagung.

Acara tersebut digelar pada Rabu, (21/9/2022) dan bertempat di Balai Desa Keboireng, Kecamatan Besuki.

Berdasarkan pantauan dari afederasi.com selain Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp. B, FINACS, M.Kes, turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinkes Tulungagung, dr Kasil Rokhmad, MMRS, tokoh agama desa setempat, unsur kepemudaan desa, Tim Penggerak (TP) PKK Desa, dan juga kader posyandu balita. 

Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp. B, FINACS, M.Kes, mengatakan PSC sangat penting disosialisasikan agar masyarakat mengerti tentang pentingnya layanan kegawatdaruratan terpadu, yang bisa membantu dalam menghadapi situasi gawat darurat.

"PSC ini bisa dimanfaatkan untuk kondisi gawat darurat medis maupun non medis," ujarnya. 

Selain itu, masyarakat juga harus mengerti akan hak - hak layanan di bidang kesehatan itu apa saja. Sebab, dengan mengetahui hak-hak pasien, pihak rumah sakit bisa memberikan layanan secara paripurna. 

“PSC sudah ada sejak lama, namun selalu kami lakukan evalusi untuk perbaikan dan kami masifkan sosialisasi untuk memahamkan masyarakat," tuturnya. 

Tidak hanya mensosialisasikan, para peserta yang hadir juga turut diajak mempraktikkan untuk mendownload aplikasi ini di smartphone masing- masing. 

"Jadi selain kami ajarkan teori juga praktek langsung agar apabila sewaktu- waktu ada keluarga yang memerlukan PSC bisa langsung menghubungi," imbuhnya. 

Masih menurut Supriyanto, PENAKIB merupakan suatu isu penting unguk menjamin keselamatan masyarakat. Karena ini sebagai upaya untuk menyiapkan generasi masa depan yang lebih berkualitas dan unggul. 

“Saya sebagai direktur rumah sakit bertugas untuk menjamin kesehatan para ibu, mulai remaja, pra nikah, hingga usia bayi sampai 1.000 hari kelahiran," tandasnya. 

Selain itu, penjelasan penyakit jantung turut disampaikan. Sebab, berdasarkan data yang tercatat, ada sekitar 50 laki-laki usia produktif meninggal dunia akibat serangan jantung. Padahal, bila bisa mendapat akses Kesehatan yang cepat dan tepat. Begitu pula untuk penderita stroke yang juga tinggi. 

Sekedar informasi, PSC 119 merupakan layanan kegawatdaruratan terpadu yang dapat melayani kejadian kegawatdaruratan baik medis maupun non medis. Kejadian medis diantaranya seperti serangan jantung, serangan stroke, kecelakaan lalu lintas, kegawatdaruratan ibu anak, keracunan, tidak sadar dan kejang. 

Sedangkan kejadian non medis seperti kebakaran bencana alam, pohon timbang, banjir, longsor, gangguan keamanan dan ketertiban, KDRT, kekerasan seksual, dan lainnya. (er/dn)