Belum Ada Iktikad Baik dari Panpel Persik, Wartawan Kediri Bakal Surati PSSI

Belum Ada Iktikad Baik dari Panpel Persik, Wartawan Kediri Bakal Surati PSSI
Perkumpulan empat organisasi wartawan di Kediri saat mediasi bersama Panpel Persik di Mapolresta Kediri, Rabu (21/9/2022) kemarin. (isa/afederasi.com)

Kediri, (afederasi.com) - Perkumpulan empat organisasi wartawan di Kediri sepakat untuk melayangkan surat kepada PSSI selaku organisasi yang bertanggung jawab atas gelaran sepak bola di Indonesia. 

Empat organisasi yang terdiri dari AJI, IJTI, PWI dan PFI Kediri ini merasa panitia penyelengara (panpel) Persik belum menepati kesepakatan dalam kasus pemukulan suporter pada Senin (22/9/2022) lalu. 

"Kita akan mencoba memberikan surat kepada PSSI tentang kegiatan sebenarnya apa yang terjadi di Kediri kemarin," kata Ketua PWI Kediri, Bambang Iswahyudi. 

Bambang menuturkan jika apa yang dilakukan oleh pihak panitia dalam pengungkapan kasus pemukulan yang diklaim oknum media belum ada itikad baik. 

Sebab, saat pengungkapan pelaku bakal diadakan pada Selasa (23/9/2022) kemarin tidak dalam rencana kesepakatan awal. Dimana pihak media profesional tidak dilibatkan dalam proses pembuatan video klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka. 

"Saat melakukan mediasi untuk bertemu dan berkumpul, ternyata yang datang adalah para suporter, seolah olah-olah kita (awak media) dibenturkan dengan supporter, padahal kita niatnya baik membuka wadah bersama," imbuhnya.

Selain itu dalam pertemuan mediasi bersama pihak Polres Kediri Kota, pihaknya juga akan memboikot pertandingan Persik Kediri di kandang. 

"Itu adalah poin utama agar semua bisa selesai. Sebetulnya kita membuka ruang bagi semua, bukan mencari siapa yang salah, tapi kita mencari siapa yang benar, itu saja," ucap Bambang. 

Terkait permintaan maaf terduga pelaku pemukulan melalui video yang diberikan pihak panitia, sebagai salah satu tuntutan sikap juga dinilai sepihak. Hanya dilakukan oleh Panpel dan suporter Persik Kediri berjumlah ratusan, tanpa dihadiri wartawan.

"Bahwa wartawan diminta sebagai saksi oleh masyarakat, namun itu di entahkan. Kalaupun video itu disebarluaskan melalui medos dan sebagainya, tetapi tidak melalui media resmi kita. Orang bisa beranggapan itu hoaks, atau setingan," bebernya.

Sementara itu, Ketua LOC (Local Organizing Committe) Persik Kediri, Abriadi Muhara mengaku, awalnya tidak tahu atas pertemuan yang digelar pada Selasa malam kemarin. Dari keterangan pihak panitia, pertemuan tersebut ditunda. Setelah pulang, dia mengakui bahwa baru mendapatkan kiriman video permintaan maaf pelaku pemukulan. 

"Saya kira saat membuat pernyataan minta maaf ini atas sepengetahuan perwakilan wartawan. Saya cuma mendapat kabar jika pertemuan dengan perwakilan wartawan di cancel. Kemudian saya mendapat kiriman video dari Pak Widodo berisi permintaan maaf. Saya pikir masalah ini sudah selesai, rupanya semua ini diluar kesepakatan," akunya.(sya/dn)