Menkeu Sri Mulyani Pastikan Pembayaran Utang Beras Pemerintah kepada Bulog dan Bapanas Meski Tunggu Hasil Audit
Pemerintah memiliki utang beras senilai Rp16 triliun yang harus dibayarkan kepada Bulog dan Bapanas, tetapi Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan bahwa pembayaran utang tersebut akan dilakukan.
Jakarta, (afederasi.com) - Pemerintah memiliki utang beras senilai Rp16 triliun yang harus dibayarkan kepada Bulog dan Bapanas, tetapi Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan bahwa pembayaran utang tersebut akan dilakukan. Sri Mulyani mengungkapkan bahwa saat ini mereka menunggu hasil audit yang sedang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Kami akan melakukan pembayaran setelah hasil audit dari BPKP tersedia," ungkapnya pada Senin (6/11/2023) di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Bendahara Negara ini telah meminta BPKP untuk mempercepat proses audit sehingga pemerintah dapat segera mengetahui besarnya tagihan dan segera melakukan pembayaran kepada Bulog dan Bapanas.
Sri Mulyani, yang akrab disapa Ani, yakin bahwa keuangan Bulog dan Bapanas tidak akan terganggu akibat utang ini, meskipun proses audit masih berlangsung. Menurutnya, kedua lembaga tersebut dapat meminjam dana dari perbankan sementara, dan pemerintah akan segera mengganti pinjaman tersebut. "Seharusnya tidak akan ada masalah, karena Bulog dan Bapanas dapat mengakses anggaran untuk impor beras dan menjalankan operasi pasar dengan menggunakan dana perbankan yang akan kita bayar," tandasnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com. (mg-1/jae)
What's Your Reaction?



