Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita, Dampingi Suami Tinjau TPS Disabilitas

14 Feb 2024 - 17:39
Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita, Dampingi Suami Tinjau TPS Disabilitas
Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini saat dorong kursi salah satu disabilitas (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) - Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini dampingi suami Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin meninjau pelaksanaan pemungutan suara Pemilu serentak 2024, kelompok disabilitas di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Rabu (14/2/2024). 

Dalam tinjauan jalannya pemungutan suara bagi masyarakat berkebutuhan khusus tersebut, Novita dan suami temukan beberapa catatan yang perlu diperbaiki. 

Salah satunya posisi Tempat Pemungutan Suara (TPS) terbilang jauh dari Kampung Inklusi, tempat dimana masyarakat berkebutuhan khusus ini bermukim. 

Selain itu akses-akses yang dinilai kurang mendukung, sehingga menjadikan proses pemilihan membutuhkan usaha yang lebih. 

Kemudian catatan lainnya, banyak penyandang disabilitas ini tidak bisa menyalurkan hak suaranya karena status kependudukannya masih belum pindah ke Kampung Inklusi. 

" Semua ini menjadi catatan bagi kami dan suami. Kedepan dalam gelaran pesta demokrasi tidak terjadi lagi," ungkap Novita.

Adapun tujuan kegiatan peninjauan ini lanjut Novita, untuk memastikan angka partisipasi masyarakat di Kabupaten Trenggalek ini tinggi dalam memberikan suaranya dalam kontestasi Pemilu 2024.

" Hari ini kami hadir untuk mengantarkan mereka, siapa yang mereka pilih itu untuk menjadi pemimpin berikutnya," imbuhnya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menambahkan, dengan temuan catatan ini akan menjadi masukan untuk segera ditindak lanjuti

" Saya mohon maaf. Ini nanti saya sampaikan ke KPU karena ini nanti juga ada gelaran Pilkada," ujarnya. 

Bupati Arifin juga menegaskan Kepada Pemerintah Desa khususnya KPPS yang tertunjuk, ke depan seharusnya memilih tempat yang dekat dengan akses mereka.

" Sebenarnya di kampung inklusi aksesibilitasnya bagus. Ada guardril dan segala macam. Perkiraan saya tadi TPS nya ada di sana, tapi ternyata masih berjarak sekitar 200 meter. Jadi masih butuh Eforrd," terangnya. 

Bupati Arifin juga berharap, ke depan baik Ketua RT, RW lebih aktif mendata para pendatang. Karena ada beberapa difabel setelah menikah, tinggal di rumah inklusi ternyata KTP masih lama dan itu belum terfasilitasi karena mereka mungkin secara akses informasi masih kurang dan sebagainya. 

" Ini menjadi masukan kami ke depan, sehingga di ajang ajang pemilihan ke depan kita beri akses yang lebih bagus. Sebenarnya kita ke sini ingin ngecek, mereka nyoblosnya bagaimana. Ternyata kondisinya cukup jauh," imbuhnya

Maka dari itu tambah Bupati Arifin, besok desa, kemudian RT/ RW bisa lebih aktif. KPU juga sama lebih aktif terhadap teman teman difabel. (pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow