Kemenhaj Jombang Gelar Manasik Haji Terintegrasi, Siapkan 1.263 Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas

13 Feb 2026 - 15:10
Kemenhaj Jombang Gelar Manasik Haji Terintegrasi, Siapkan 1.263 Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas
Suasana kegiatan Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan tahun 1477 H/2026 M, dengan mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” di Gedung Auditorium Universitas Darul Ulum Jombang Jawa Timur,Jumat (13/02/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang menggelar Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan tahun 1477 H/2026 M, dengan mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”.

Pantauan di lokasi kegiatan ribuan jamaah haji sangat antusias mengikuti kegiatan manasik haji yang berlangsung di Aula Auditorium Kampus Universitas Darul Ulum Jombang, Jawa Timur, Jumat (13/02/2026). 

Sebanyak 1.263 jemaah haji mengikuti bimbingan manasik ini. Mereka dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 6–7 Mei 2026 dan tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter).

Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji Jatim, Dr KH Moh As’adul Anam M Ag, mengajak seluruh pihak berkolaborasi agar penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan sesuai regulasi dan melahirkan haji yang mabrur.

“Yang perlu menjadi perhatian jemaah adalah menjaga hati, niat, dan kondisi fisik tetap prima,” tegasnya dalam sambutan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menjelaskan bahwa kegiatan manasik ini merupakan rangkaian keempat setelah sebelumnya dilaksanakan secara bertahap di tingkat kecamatan.

“Tahap pertama di empat kecamatan, kedua di empat kecamatan, ketiga di tiga kecamatan, dan hari ini bimbingan tingkat kabupaten diikuti seluruh jemaah haji tahun 2026 sebanyak 1.263 orang,” paparnya.

Ia menambahkan, jemaah haji asal Jombang tergabung dalam Kloter 60, 61, 62, dan 63. Mereka akan diberangkatkan secara bertahap pada 6–7 Mei 2026 menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, kemudian diterbangkan ke Arab Saudi.

Dalam manasik ini, jemaah tidak hanya dibekali pengetahuan teknis ibadah, tetapi juga kesiapan mental, fisik, dan pemahaman spiritual. Menurut Ilham, pemahaman komprehensif akan membantu jemaah menjalankan rangkaian ibadah haji dengan khusyuk.

“Pemahaman yang baik memperdalam penghayatan spiritual dan kesungguhan dalam setiap ritual. Karena itu, manasik haji sangat penting agar jemaah paham dari proses di Tanah Air hingga di Tanah Suci,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum koordinasi teknis pembagian kloter dan kebijakan terbaru Kementerian Haji dan Umroh untuk penyelenggaraan haji tahun 2026.

Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Kementerian Haji dan Umroh setempat berkomitmen mendukung kelancaran dan kekhusyukan ibadah haji, mulai dari sisi administrasi, logistik, hingga pembinaan ritual.

Dengan pendekatan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, diharapkan seluruh jemaah haji asal Jombang mampu menjalankan ibadah dengan nyaman, aman, dan meraih predikat haji mabrur. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow