Perjuangkan Akses Digital, Novita Hardini Resmikan 9 Tower Telkomsel di Titik Blank Spot Trenggalek
Melalui kemitraan strategis dengan Telkomsel, Anggota DPR RI, Novita Hardini, berhasil merealisasikan pembangunan sembilan unit tower base transceiver station (BTS) baru guna menjangkau area-area blank spot yang selama ini sulit diakses sinyal seluler di Kabupaten Trenggalek.
Trenggalek, (afederasi.com) – Anggota DPR RI, Novita Hardini, terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi keterisolasian digital di daerah pemilihannya. Melalui kemitraan strategis dengan Telkomsel, politisi perempuan ini berhasil merealisasikan pembangunan sembilan unit tower base transceiver station (BTS) baru guna menjangkau area-area blank spot yang selama ini sulit diakses sinyal seluler di Kabupaten Trenggalek.
Penyerahan bantuan infrastruktur telekomunikasi tersebut dilakukan secara simbolis di Balai Desa Siki, Kecamatan Dongko. Wilayah ini dipilih karena menjadi salah satu titik yang masyarakatnya paling merasakan keterbatasan komunikasi selama bertahun-tahun.
"Hari ini kami menyerahkan bantuan sembilan tower yang tersebar di wilayah Kabupaten Trenggalek. Khusus untuk di Kecamatan Dongko sendiri, terdapat tiga titik sinyal baru yang telah dibangun melalui kemitraan kami dengan Telkomsel," ujar Novita Hardini saat memberikan pemaparan di hadapan warga.
Novita, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, mengungkapkan alasan di balik pilihannya menggandeng Telkomsel. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
"Harapan saya, keberadaan tower di sembilan titik ini mampu memberikan nilai tambah yang signifikan, baik bagi siswa sekolah, pelaku UMKM, hingga jajaran perangkat desa yang mayoritas pekerjaannya kini sangat bergantung pada koneksi internet," jelasnya.
Pengalaman terjun langsung ke lapangan menjadi pemantik utama perjuangan Novita. Ia menceritakan pengalamannya saat berkeliling desa dalam agenda ‘Meningdeh’ di mana ia menyaksikan sendiri hambatan pelayanan publik akibat kendala teknis.
"Saya pernah melihat proses cetak KTP di desa, masyarakat harus mengantre hampir satu jam hanya karena tidak ada koneksi internet. Semoga hadirnya infrastruktur ini bisa mempercepat layanan bagi masyarakat secara keseluruhan," imbuhnya.
Ia pun mengakui bahwa isu blank spot ini merupakan persoalan lama yang belum tuntas sejak sekitar tahun 2014. Namun, Novita menegaskan tidak akan berhenti sampai di sini. Ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan usulan pembangunan tower di wilayah-wilayah lain yang hingga kini masih terisolasi dari sinyal komunikasi.
Senada dengan hal tersebut, Branch Manager Telkomsel Wilayah Madiun-Trenggalek menyambut baik kolaborasi ini. Ia menjelaskan bahwa kesembilan tower baru tersebut merupakan penguatan dari infrastruktur yang sudah ada untuk memastikan kualitas jaringan yang lebih mumpuni.
"Sebagaimana yang disampaikan Ibu Novita, ada sembilan titik baru yang menjadi tambahan dari total 146 titik tower yang sudah ada di Trenggalek. Sembilan unit ini memang difokuskan untuk area yang sebelumnya tidak ada sinyal atau kualitasnya masih buruk. Mudah-mudahan ini bisa memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat," pungkasnya.(pb/dn)
What's Your Reaction?



