Dosen STIKes William Booth Surabaya Rintis Bank Sampah, Dukung Kesehatan dan Ekonomi Keluarga

13 Nov 2025 - 14:28
Dosen STIKes William Booth Surabaya Rintis Bank Sampah,  Dukung Kesehatan dan Ekonomi Keluarga
Team Dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) William Booth Surabaya. Mereka merintis pembentukan bank sampah di RW 4, Desa Tambak Dono, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Tandes, Surabaya Barat, Kamis (13/11/2025). (Foto:Istimewa)

Surabaya, (afederasi.com) – Sebuah terobosan dalam pengelolaan sampah dilakukan oleh tim dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) William Booth Surabaya. Mereka merintis pembentukan bank sampah di RW 4, Desa Tambak Dono, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Tandes, Surabaya Barat.

Program pengabdian masyarakat yang berjalan sepanjang Oktober hingga November 2025 ini melibatkan kader PKK sebagai mitra utama untuk membangun kesadaran akan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Ketua pelaksana kegiatan, Shinta Wurdiana Rhomadona, S.ST., M.Tr.Keb., mengungkapkan program ini lahir dari keprihatinan terhadap volume sampah rumah tangga yang kian meningkat.

“Bank sampah hadir sebagai solusi sederhana namun berdampak luas. Dengan memilah dan menabung sampah, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga mendapat manfaat ekonomi,” jelas Shinta dalam rilis yang diterima afederasi.com.

Selama satu bulan, tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa STIKes William Booth memberikan serangkaian pelatihan intensif. Materi yang diberikan mencakup tata cara pengelolaan sampah rumah tangga, manajemen dasar operasional bank sampah, serta edukasi mengenai kesehatan lingkungan.

Peserta, yang didominasi oleh ibu-ibu PKK, juga mendapat pelatihan praktis untuk memilah jenis-jenis sampah yang memiliki nilai jual dan cara menyalurkannya ke pengepul.

Ketua PKK RW 4, Hj. Zhulaika, menyambut positif inisiatif ini. “Program ini membuka wawasan kami bahwa sampah bisa jadi sumber manfaat jika dikelola dengan benar. Semangat kami untuk menjaga lingkungan dan kesehatan keluarga pun semakin kuat,” ujarnya.

Program bertajuk “Rintisan Pembentukan Bank Sampah sebagai Penguat Kesehatan, Ekonomi Keluarga, dan Demi Bumi yang Lebih Baik dengan Merangkul Dasawisma” ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi.

Kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, lomba memilah sampah, dan penyuluhan kebersihan rumah. Pendekatan holistik ini bertujuan memperkuat peran perempuan, khususnya dalam kelompok Dasawisma, sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan komunitas.

Inisiatif berkelanjutan ini mendapat dukungan resmi dari pemerintah melalui hibah Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) tahun 2025 pada skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP).

“Dukungan hibah ini menjadi pendorong penting bagi kami untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan lingkungan,” tutup Shinta.

Kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah ini diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain di Surabaya. Desa Tambak Dono pun mulai menapaki langkah nyata menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berdaya secara ekonomi untuk masa depan yang berkelanjutan.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow