Kemenag Optimalkan Pelatihan Berbasis Teknologi, Diklat Tatap Muka Melalui Seleksi Terbuka

Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama memperkuat komitmennya untuk mengoptimalkan pelatihan dengan memanfaatkan teknologi.

21 Sep 2023 - 09:35
Kemenag Optimalkan Pelatihan Berbasis Teknologi, Diklat Tatap Muka Melalui Seleksi Terbuka
Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Suyitno (kiri)

Jakarta, (afederasi.com) - Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama memperkuat komitmennya untuk mengoptimalkan pelatihan dengan memanfaatkan teknologi. Salah satu inisiatif yang diambil adalah memanfaatkan platform MOOC (Massive Open Online Course) sebagai sarana untuk memberikan pelatihan berbasis teknologi. Meskipun pelatihan tatap muka masih tetap dilakukan, namun kini dilakukan secara selektif melalui open recruitment.

Sambutan dari Kepala Badang Litbang dan Diklat Kemenag, Suyitno, menekankan pentingnya pelatihan ini dalam mensinkronisasikan platform yang dimiliki Badan Litbang dan Diklat. Tujuan utamanya adalah mendorong peserta pelatihan untuk mencapai tingkat kemandirian yang lebih tinggi. Suyitno menekankan bahwa pelayanan diklat akan beralih ke arah kemandirian peserta dan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam prosesnya, mulai dari mendaftar, belajar, hingga mengunduh sertifikat.

Platform MOOC memberikan kemudahan bagi peserta pelatihan untuk mengikuti program ini di berbagai tempat, baik di kantor, sekolah, atau bahkan di kendaraan umum. Dengan demikian, alasan seperti kesibukan mengajar atau bekerja tidak lagi menjadi hambatan untuk mengikuti pelatihan. Hal ini diungkapkan oleh Suyitno dalam konferensi di Jakarta pada Selasa (19/9/2023).

Suyitno menegaskan bahwa keterbatasan pelayanan diklat dan jumlah besar Aparatur Sipil Negara (ASN) mendorong perlunya optimalisasi layanan pelatihan berbasis asynchronous (MOOC Pintar). Pendekatan ini tidak melibatkan alur pemanggilan manual atau penugasan, melainkan berfokus pada konsep self-service, di mana setiap ASN dapat memilih dan mengatur sendiri keinginan mereka untuk mengikuti pelatihan.

Meski demikian, Guru Besar UIN Palembang menekankan bahwa pelatihan berbasis tatap muka atau tatap maya (synchronous) tetap menjadi pilihan. Namun, model pelatihan ini akan mengalami perkembangan signifikan untuk memastikan tepat sasaran dan efektivitasnya.

Pelatihan berbasis synchronous (tatap muka dan tatap maya/pjj) akan dijalankan dengan pendekatan open recruitment, di mana pengumuman terbuka untuk siapa saja yang berminat. Namun, peserta akan dipilih melalui proses seleksi yang cermat untuk mengakomodasi keterbatasan yang ada.

Badan Litbang dan Diklat akan terus mengembangkan dua model pelatihan diklat yang berbasis synchronous dan asynchronous. Output dari kedua model pelatihan ini akan diintegrasikan dengan karier ASN, akreditasi lembaga, dan pengembangan konten yang spesifik, mencerminkan komitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan keagamaan. (mg-3/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow