Diterjang Puting Beliung, Dua Rumah Hancur Tangan Penghuni Terluka

22 Dec 2025 - 23:44
Diterjang Puting Beliung, Dua Rumah  Hancur Tangan Penghuni Terluka
Kondisi rumah warga hancur di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampean, usai diterjang angin puting beliung. Tangan Dewi, 16 tahun anak pemilik rumah terluka terkena seng rumah yang terjatuh. (Miftahul Arif/afederasi.com)
Diterjang Puting Beliung, Dua Rumah  Hancur Tangan Penghuni Terluka

Gresik, (afederasi.com) - Cuaca ekstrem menimbulkan dampak luar biasa beberapa hari terakhir, tak hanya di wilayah Kabupaten Lamongan, di wilayah Kabupaten Gresik, juga terdampak. Tepatnya, (22/12/25) Senin sore, dua unit rumah warga di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampean, Kabupaten Gresik, porakporanda akibat diterjang angin puting beliung disertai hujan deras.

"Kejadiannya sore, pukul tujuh belas lebih dua belas, dua rumah ambruk total akibat angin puting beliung disertai hujan deras," ungkap Suryadi Kades Pandanan, saat dihubungi via telepon.

Terjangan angin puting beliung sangat cepat, sempat mengakibatkan dua unit rumah berbahan seng, besi galvalum dan atap asbes ini berhamburan terbang seperti kapas. 

Dua rumah hancur akibat bencana hidrometeorologi ini, diketahui milik Suwaji, 44 tahun, dan Sali, 40 tahun, warga Desa Pandanan. Saat angin puting beliung menerjang, semua penghuni sedang di dalam rumah. 

Beruntung pemilik rumah selamat, namun jari kelingking Dewi, putri dari Suwaji, terluka akibat terkena seng yang terjatuh, setelah dibawa ke puskesmas setempat jari gadis berusia 16 tahun tersebut mendapat delapan jahitan.

"Saat kejadian pemilik rumah di dalam semua, rumahnya berbahan seng, besi galvalum dan atap asbes, jadi sempat terbang hancur semua. Anak Pak Suwaji terkena seng yang terjatuh, beruntung saat seng terjatuh tidak langsung ke tubuh korban, namun menimpa salon jadi hanya jari tangan yang terluka," tambah Suryadi.

Akibat terjangan angin puting beliung tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta. Oleh pihak Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, peristiwa tersebut sudah dilaporkan ke Muspika, Koramil dan Polsek Duduksampean. Untuk proses evakuasi akan dilakukan kerja bakti gotong royong, Selasa pagi.

"Kerugian sekitar seratus juta, sudah saya laporkan ke Muspika, Koramil dan Polsek Duduksampean, nanti bisa diteruskan ke petugas BPBD Kabupaten Gresik, " pungkasnya. (Mif)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow