Dinas Pertanian Jombang Perkuat Pengendalian OPT Tembakau di Tengah Anomali Iklim

28 Jul 2026 - 15:05
Dinas Pertanian Jombang Perkuat Pengendalian OPT Tembakau di Tengah Anomali Iklim
Dinas Pertanian Kabupaten Jombang memperkuat ketahanan sektor perkebunan tembakau melalui kegiatan Pembinaan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tembakau di Tengah Fenomena Anomali Iklim kepada petani tembakau di utara brantas pada pertegahan bulan Juli 2026. (Foto: Istimewa)

Jombang (afederasi.com) – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang terus memperkuat ketahanan sektor perkebunan tembakau melalui kegiatan Pembinaan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tembakau di Tengah Fenomena Anomali Iklim. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, di lima kecamatan sentra tembakau wilayah utara Sungai Brantas, yakni Kecamatan Ploso, Kabuh, Kudu, Ngusikan, dan Plandaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kapasitas petani menghadapi perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu. Perubahan distribusi curah hujan, peningkatan suhu udara, serta kelembapan yang fluktuatif berpotensi meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman tembakau, sehingga memerlukan langkah antisipatif sejak dini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Moch Rony, menyampaikan bahwa saat ini luas tanam tembakau di Kabupaten Jombang meningkat dari tahun sebelumnya, mencapai sekitar 6.327,7 hektare. Sektor tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis yang memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah utara Brantas.

"Fenomena anomali iklim tidak dapat kita hindari, namun dampaknya dapat diminimalkan melalui budidaya yang adaptif, pengamatan lapangan secara rutin, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Petani harus mampu menjadi pengamat pertama terhadap kondisi tanaman sehingga serangan OPT dapat dikendalikan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan budidaya tembakau tidak hanya ditentukan oleh teknik tanam, tetapi juga kemampuan petani dalam mengantisipasi perubahan iklim dan melakukan pengendalian OPT secara tepat.

Materi Pembinaan: Dari Identifikasi Hama hingga Budidaya Ramah Lingkungan
Selama kegiatan berlangsung, para petani memperoleh pembinaan dari narasumber berpengalaman dengan materi yang komprehensif, meliputi:

1. Identifikasi dini berbagai organisme pengganggu tanaman tembakau

2. Teknik monitoring populasi hama

3. Pengenalan gejala penyakit

4. Penggunaan pestisida secara bijaksana sesuai prinsip Enam Tepat (tepat sasaran, tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat mutu)

5. Penerapan budidaya ramah lingkungan

Selain materi teknis, peserta juga diajak berdiskusi mengenai dampak perubahan iklim terhadap pertumbuhan tanaman tembakau serta strategi adaptasi yang dapat diterapkan di tingkat petani.

8 Strategi Utama Hadapi Anomali Iklim
Dalam kegiatan pembinaan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menekankan beberapa strategi utama yang perlu diterapkan petani, antara lain:

1. Menyesuaikan waktu tanam berdasarkan perkembangan prakiraan musim dan kondisi cuaca terkini

2. Mengoptimalkan sistem drainase lahan agar tidak terjadi genangan saat hujan turun di luar perkiraan

3. Melakukan pemantauan OPT secara rutin minimal satu hingga dua kali setiap minggu

4. Menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan mengutamakan pengendalian secara kultur teknis, mekanis, biologis, dan penggunaan pestisida sebagai alternatif terakhir

5. Menjaga keseimbangan pemupukan agar tanaman tetap sehat dan tidak rentan terhadap serangan penyakit

6. Memanfaatkan varietas atau benih yang sehat dan berkualitas

7. Melaksanakan sanitasi lahan dengan membersihkan gulma serta memusnahkan bagian tanaman yang terserang untuk mencegah penyebaran penyakit

8. Memperkuat koordinasi antara petani, penyuluh pertanian, dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) dalam pelaporan dini apabila ditemukan gejala serangan yang berpotensi menjadi ledakan OPT.

Imbauan Dinas Pertanian: Jangan Bergantung pada Pengalaman Musim Lalu
Dinas Pertanian juga mengimbau petani agar tidak hanya bergantung pada pengalaman musim sebelumnya, mengingat pola cuaca saat ini semakin dinamis. Informasi prakiraan cuaca, hasil pengamatan lapangan, serta pendampingan penyuluh menjadi faktor penting dalam menentukan keputusan budidaya.

Perubahan iklim yang ekstrem dapat memicu munculnya hama dan penyakit baru yang sebelumnya tidak terdeteksi. Oleh karena itu, kewaspadaan dan pengetahuan teknis menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas tembakau.

Sinergi Pemerintah dan Petani untuk Ketahanan Perkebunan
Melalui pembinaan yang dilaksanakan di lima kecamatan sentra tembakau tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap produktivitas dan kualitas tembakau tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim.

Sinergi antara pemerintah, penyuluh, petugas POPT, dan petani diharapkan mampu memperkuat ketahanan sektor perkebunan tembakau sehingga tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan usaha tani tembakau di Kabupaten Jombang.

Dengan langkah antisipatif dan pendampingan berkelanjutan, sektor tembakau Jombang diharapkan tetap menjadi andalan perekonomian daerah sekaligus mampu beradaptasi di tengah dinamika perubahan iklim global.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow