DBHCHT 2026 Dimanfaatkan Disnaker Gresik untuk Cetak Operator Wheel Loader Siap Kerja

"Pelatihan ini dipilih berdasarkan analisis kebutuhan perusahaan. Selain itu, kami juga mempertimbangkan minat peserta karena mengoperasikan alat berat membutuhkan keseriusan, kedisiplinan, dan pemahaman terhadap aspek keselamatan kerja,” ujarnya.

18 Jun 2026 - 18:57
DBHCHT 2026 Dimanfaatkan Disnaker Gresik untuk Cetak Operator Wheel Loader Siap Kerja
Para peserta pelatihan saat mengikuti ujian praktik mengoperasikan Wheel loader di halaman Balai Pelatihan Kerja Gresik (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik kembali memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan operator wheel loader bersertifikat.

Program ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebanyak 305 pencari kerja mendaftar melalui data AK1 dan tautan pendaftaran daring. Namun, hanya peserta terbaik yang berhak mengikuti pelatihan setelah melewati serangkaian seleksi ketat.

Tahapan seleksi dimulai dari administrasi, dilanjutkan ujian berbasis komputer (CAT), hingga wawancara. Dari 305 pendaftar, sebanyak 152 peserta lolos seleksi administrasi dan mengikuti CAT. Selanjutnya, 50 peserta melaju ke tahap wawancara, dan hanya 48 dinyatakan memenuhi syarat. Dari proses tersebut, akhirnya dipilih 16 peserta terbaik untuk mengikuti pelatihan intensif.

Pelatihan berlangsung selama 28 hari, mulai 14 Mei hingga 19 Juni 2026, di Balai Pelatihan Kerja Jalan Proklamasi Nomor 45, Trate, Kecamatan Gresik. Dalam pelaksanaannya, Disnaker menggandeng LPK Abadi Edu Pratama sebagai mitra pelatihan.

Peserta dibekali materi dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori. Setelah dinyatakan lulus, mereka akan memperoleh sertifikasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI serta Surat Izin Operator (SIO) wheel loader yang dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, Zainul Arifin, mengatakan pelatihan tersebut memang diperuntukkan bagi warga pencari kerja di Kabupaten Gresik. Pemilihan kompetensi operator wheel loader didasarkan pada kebutuhan industri yang cukup tinggi di wilayah Gresik.

“Pelatihan ini dipilih berdasarkan analisis kebutuhan perusahaan. Selain itu, kami juga mempertimbangkan minat peserta karena mengoperasikan alat berat membutuhkan keseriusan, kedisiplinan, dan pemahaman terhadap aspek keselamatan kerja,” ujarnya.

Zainul menjelaskan, alokasi DBHCHT untuk Kabupaten Gresik tahun ini mengalami penurunan. Jika sebelumnya mampu menyelenggarakan hingga empat kali pelatihan, kini hanya dua program yang dapat dilaksanakan.

Meski demikian, ia menilai DBHCHT memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. Menurutnya, peserta dilatih dari nol hingga memiliki kemampuan yang siap digunakan untuk melamar pekerjaan di perusahaan.

Ia berharap alokasi anggaran DBHCHT pada tahun mendatang dapat ditingkatkan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan serupa.

“Pelatihan operator wheel loader tergolong mahal dibandingkan pelatihan keterampilan lainnya. Jika dilakukan secara mandiri, biayanya bisa mencapai sekitar Rp9 juta atau lebih. Karena itu, kami berupaya agar program ini tetap bisa terselenggara melalui dukungan DBHCHT,” katanya.

Disnaker Gresik juga mencatat hasil positif dari program pelatihan sebelumnya. Berdasarkan penelusuran lulusan, sekitar 90 persen peserta pelatihan pada periode 2024–2025 berhasil terserap di dunia kerja.

Sementara untuk periode 2025–2026, sekitar 80 persen lulusan telah bekerja di berbagai perusahaan, sedangkan sebagian lainnya diduga sudah bekerja tetapi belum melaporkan statusnya kepada Disnaker.

Salah seorang peserta, Tajri, warga Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengatakan sejak awal memang memiliki ketertarikan terhadap dunia alat berat dan merasa mendapatkan banyak ilmu selama mengikuti program.

“Pelatihannya dimulai dari dasar dengan penekanan pada disiplin dan keselamatan kerja. Saya berharap setelah memperoleh sertifikat bisa diterima bekerja di perusahaan yang ada di Gresik,” ujarnya.

Sementara itu, Suhartini dari LPK Abadi Edu Pratama menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan di Kabupaten Gresik. 

"Sesuai kompetensinya, kami akan memprioritaskan para lulusan program pelatihan apabila terdapat kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan mitra," ujarnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow