Cara Agar Polusi Udara Tidak Bikin Sakit Jantung Tambah Parah, Harus Rutin Check-up Ya!

Dokter spesialis jantung, dr. Teuku Istia Muda Perdan, Sp. J. P, FIHA, dari RS Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya, telah mengungkapkan bahwa polusi udara, terutama polutan mikroskopis seperti PM 2.5, dapat berdampak serius pada kesehatan jantung.

13 Sep 2023 - 09:46
Cara Agar Polusi Udara Tidak Bikin Sakit Jantung Tambah Parah, Harus Rutin Check-up Ya!
ilustrasi jantung (pexel.com)

Jakarta, afederasi.com - Dokter spesialis jantung, dr. Teuku Istia Muda Perdan, Sp. J. P, FIHA, dari RS Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya, telah mengungkapkan bahwa polusi udara, terutama polutan mikroskopis seperti PM 2.5, dapat berdampak serius pada kesehatan jantung. Partikel PM 2.5 yang sangat kecil ini dapat dengan mudah terhirup dan bahkan menembus pembuluh darah, menyebabkan sumbatan yang berisiko menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kematian.

Dr. Teuku menjelaskan fenomena ini dalam sebuah rilis dari RSPI Group, "Pada kondisi aterosklerosis atau penumpukan lemak dalam arteri, polutan dalam tubuh dapat memicu terbentuknya zat radikal bebas yang berperan dalam proses pembentukan plak pada dinding pembuluh darah."

Polusi udara ternyata juga memiliki dampak serius pada kesehatan penduduk perkotaan. Dr. Teuku mencatat bahwa polusi udara bertanggung jawab atas 25 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular. Ini berarti individu yang tinggal atau beraktivitas di perkotaan berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kardiovaskular.

Emisi karbon dari kendaraan bermotor dan industri menyebabkan campuran udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia, dengan kandungan partikel seperti amonia, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida. Oleh karena itu, kesadaran akan bahaya polusi udara menjadi sangat penting.

Salah satu cara untuk melindungi kesehatan jantung dari dampak polusi udara adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini penyakit jantung. Dr. Teuku menekankan perlunya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah preventif yang penting.

"Medical check-up atau pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi salah satu cara untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan penyakit, tak terkecuali penyakit jantung," jelasnya.

Pemeriksaan kesehatan ini meliputi berbagai jenis tes, tergantung pada jenis penyakit jantung yang mungkin terjadi. Untuk mendeteksi sumbatan jantung koroner, pemeriksaan dimulai dari treadmill stress test hingga CT-scan jantung. Sedangkan, untuk screening sudden cardiac death atau henti jantung mendadak yang disebabkan oleh aritmia, diperlukan pemeriksaan mulai dari rekam jantung atau EKG hingga holter monitoring. Selain itu, pemeriksaan USG jantung atau echocardiography juga diperlukan untuk memeriksa struktur ruang-ruang jantung dan mendeteksi masalah seperti katup yang bocor, penebalan dinding jantung, dan pembengkakan.

Dr. Teuku juga menekankan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat untuk menurunkan angka risiko penyakit kardiovaskular. Ini melibatkan upaya kolaboratif dalam mengurangi polusi udara, meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, dan menyediakan layanan medis yang memadai untuk mengatasi gangguan jantung.

Dengan upaya bersama ini, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif polusi udara terhadap kesehatan jantung dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kesehatan jantung yang baik bukan hanya penting bagi individu tetapi juga untuk kelompok masyarakat secara keseluruhan.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow