Banjir Libya: 10 Ribu Orang Dikhawatirkan Hilang

Kota Derna, yang terletak di Libya timur, kini tengah dilanda bencana akibat banjir yang mengakibatkan kerusakan parah dan menyebabkan ribuan orang hilang.

13 Sep 2023 - 09:45
Banjir Libya: 10 Ribu Orang Dikhawatirkan Hilang
Foto udara kota Derna di Libya hari Selasa, 12 September 2023, setelah Badai Mediterania Daniel menyebabkan banjir dahsyat di kota pesisir pantai itu.

Libya, (afederasi.com) - Kota Derna, Libya timur, saat ini tenggelam dalam kerusakan dan puing-puing yang tersebar luas setelah banjir dahsyat melanda. Pemerintah setempat melaporkan bahwa sekitar seperempat kota telah hancur akibat banjir yang disebabkan oleh jebolnya sejumlah bendungan akibat badai besar.

Badai yang disebut sebagai Badai Daniel bergerak melintasi wilayah Laut Tengah menuju Libya, negara yang telah lama dilanda konflik selama lebih dari satu dekade. Banjir ini telah menimbulkan kekhawatiran serius, dengan sekitar 10.000 orang dikhawatirkan hilang di seluruh negeri.

Kota Derna terutama terpukul parah, dengan lebih dari 1.000 mayat yang telah ditemukan di kota tersebut. Orang-orang berjuang untuk mengidentifikasi jenazah yang tergeletak di darat, di tengah kerusakan yang meluas.

Ketua delegasi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Libya, Tamer Ramadan, mengungkapkan bahwa tim mereka di lapangan masih melakukan penilaian, tetapi jumlah korban tewas diperkirakan sangat besar, bahkan bisa mencapai ribuan.

Pejabat lokal menggambarkan situasinya sebagai "bencana" dengan mayat tersebar di mana-mana. Banjir sering terjadi setiap tahun di Derna, tetapi kali ini dianggap lebih buruk.

Kota ini biasanya dilindungi oleh bendungan-bendungan yang berfungsi untuk mengendalikan aliran sungai musiman dari dataran tinggi ke selatan. Namun, video di media sosial menunjukkan reruntuhan bendungan yang mengakibatkan kota ini tenggelam dalam genangan air berwarna lumpur.

Bantuan darurat sedang dikirim ke Derna dan Al Badya, yang terletak sekitar 62 mil dari kota tersebut. Berbagai negara, termasuk Turki, segera merespons dengan mengirimkan bantuan seperti kendaraan SAR, kapal penyelamatan, mesin pembangkit listrik, dan makanan.

Libya sendiri masih mengalami perpecahan politik antara wilayah timur dan barat, dengan pemerintah yang diakui secara internasional di Tripoli tidak memiliki kendali atas wilayah timur negara itu. Meskipun begitu, pemerintah Tripoli telah mencoba mengirimkan bantuan ke Derna melalui satu penerbangan. (mg-1/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow