Caleg DPRD Jatim Terpilih Dorong Peningkatan Kualitas dan Pemerataan Pendidikan di Kediri

02 May 2024 - 18:51
Caleg DPRD Jatim Terpilih Dorong Peningkatan Kualitas dan Pemerataan Pendidikan di Kediri
Calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jawa Timur terpilih dari Partai Nasdem Dapil Kediri Khusnul Arif. (foto dok pribadi Arif).

Kediri, (afederasi.com) - Calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jawa Timur terpilih dari Partai Nasdem Dapil Kediri, Khusnul Arif menekankan pentingnya kualitas dan pemerataan pendidikan. Hal itu ia tegaskan dalam pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2024.

"Arah kebijakan dan strategi nasional salah satunya disusun untuk meningkatkan pemerataan layanan pendidikan berkualitas sebagai salah satu dasar yang penting dalam mengembangkan pendidikan," kata pria yang akrab disapa Mas Pipin, Kamis (2/5/2024).

Mas Pipin menyebut dalam era demokrasi saat ini, upaya pemerataan pendidikan menjadi semakin penting karena mencerminkan nilai-nilai kesetaraan dan mengurangi ketimpangan kesejahteraan antar daerah.

Apalagi menurutnya, peran pemerintah daerah sangat diperlukan untuk melihat berbagai masalah dilapangan.

Seperti penyebaran sarana prasarana pendidikan yang belum merata, akses internet belum merata, jumlah tenaga dan kesejahteraan pengajar yang masih terbatas, sebaran sekolah yang tidak merata dan di tambah lagi adanya perbedaan tingkat sosial ekonomi masyarakat.

"Kami mendorong Pemkab Kediri untuk melakukan perencanaan yang terukur untuk mengurangi berbagai masalah tentang pemerataan pendidikan yang masih terus bergulir," kata pria yang masih menjadi anggota DPRD Fraksi NasDem Kabupaten Kediri ini.

Lebih jauh diungkapkan Mas Pipin, salah satu aspek yang dapat dilihat terkait keberhasilan pemerataan pendidikan adalah kualitas IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dengan salah satu indikator adalah pengetahuan.

Meskipun IPM di Kabupaten Kediri meningkat 1,91% dari 72,05 pada tahun 2020 menjadi sebesar 73,96 pada tahun 2023, nyatanya ada sekitar 5,000 pelajar putus sekolah pada tahun 2023.

"Kami mendorong agar Pemkab Kediri melakukan optimalisasi pemerataan pendidikan secara terukur dan terukur, di antaranya penguatan infrastruktur daerah, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru, bantuan keuangan dan beasiswa, peningkatan dan pemerataan sarana dan prasarana, pengembangan kurukulum lokal dan peningkatan pendidikan inklusif," paparnya. 

Terakhir, Mas Pipin mengungkapkan jika anak putus sekolah perlu menjadi perhatian khusus semua pihak. Untuk itu, peningkatan kesadaran para orang tua dan masyarakat akan pentingnya pendidikan. 

"Perlu disampaikan pada moment khusus yang terencana. Penguatan kelembagaan lokal tingkat desa/ kelurahan, pemberian beasiswa serta eberikan perhatian pqda siswa yang rawan DO (drop out) baik karena pergaulan, lingkungan maupun persoalan sisial ekonomi," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, M. Muhsin menyebut pada tahun 2023, sebanyak 5.375 anak yang putus sekolah.

Masalah ekonomi dan sosial diduga menjadi penyebab adanya anak putus sekolah. Anak putus sekolah di Bumi Panjalu ini kebanyakan dari tingkat SMP dan tidak melanjutkan lagi ke jenjang SMA/SMK sederajat.

"Ini yang sedang kita fokus, anak-anak yang lulus tetapi tidak melanjutkan. Kita sudah ada angka yang kita peroleh dari BPS, anak-anak yang lulus SMP memang tidak ingin melanjutkan dengan alasan bekerja," terang Muhsin.(sya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow