Cadangan Air Waduk Gondang Tinggal 9 Juta M³, Pemkab Lamongan Atur Strategi Pasokan Irigasi MT 3

"Kondisi untuk sekarang tinggal 9 juta \text{m}^3, ya. Untuk pelayanan MT 1 dan MT 2 sudah 100 persen terlayani," kata Saikhu saat memberikan keterangan. Selasa, (28/7/2026) pagi.

28 Jul 2026 - 16:32
Cadangan Air Waduk Gondang Tinggal 9 Juta M³, Pemkab Lamongan Atur Strategi Pasokan Irigasi MT 3
Kondisi menara intake dan permukaan air Waduk Gondang di Kecamatan Sugio, Lamongan. Cadangan air di waduk ini tercatat tersisa 9 juta meter kubik. Pemkab Lamongan kini memperketat pola pembagian air demi mengamankan 1.000 hektar lahan pertanian pada Musim Tanam (MT) 3. (Iyan Farik/federasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Cadangan air di Waduk Gondang, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan kian menipis. Saat ini, volume air yang tersisa di waduk utama tersebut tercatat tinggal 9 juta meter kubik (M³), berkurang drastis akibat pendangkalan serta pendistribusian air irigasi yang terus berjalan. Selasa, (28/7/2026).

Menyusutnya pasokan air ini menjadi perhatian serius Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan, terutama dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Musim Tanam (MT) 3.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas SDABK Kabupaten Lamongan, Saikhu Rohman, membenarkan bahwa cadangan air saat ini tersisa kurang dari separuh dari kapasitas operasionalnya.

"Kondisi untuk sekarang tinggal 9 juta \text{m}^3, ya. Untuk pelayanan MT 1 dan MT 2 sudah 100 persen terlayani," kata Saikhu saat memberikan keterangan. Selasa, (28/7/2026) pagi.

Meski volume air tersisa 9 juta meter kubik, pihak Dinas SDABK memastikan masih mengupayakan pasokan air untuk area pertanian yang sedang memasuki Musim Tanam 3 (MT 3), khususnya areal tanaman padi dan palawija.

"Untuk MT 3 ini kan ada sekitar 1.000 hektar tanaman padi dan palawija, dan kita usahakan untuk pelayanan ini tetap optimal guna mendukung MT 3 di lapangan," jelasnya.

Untuk menyiasati keterbatasan sisa air baku seluas 10.588 hektar yang tersebar di 5 kecamatan, Pemkab Lamongan mengoptimalkan jaringan pola operasi terpadu antara Waduk Gondang dengan waduk-waduk lapangan (retention basin).

"Otomatis kan dengan tampungan yang berkurang, baku sawah yang 10.588 hektar itu terkendala dalam operasional pembagian air. Memang kita di lapangan selalu menata. Selain waduk utama, ada waduk-waduk lapangan untuk menyuplai baku sawah di wilayah Waduk Gondang," terangnya.

Penyusutan volume air yang cukup cepat ini tidak lepas dari masalah pendangkalan atau sedimentasi dari kawasan hutan di bagian selatan waduk. Kapasitas tampung maksimal yang semula mencapai 25 juta meter kubik kini hanya mampu menampung sekitar 19,7 juta meter kubik akibat terendap sekitar 5 juta meter kubik sedimen lumpur.

Sebagai langkah penanganan jangka panjang agar krisis air tidak berulang, Pemkab Lamongan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk segera melakukan pengerukan menggunakan kapal pengeruk (dredger).

"Bulan Juli ini dalam rangka menyetting alat yang didatangkan dari Waduk Wonogiri. Mungin dalam minggu-minggu ini atau awal bulan Agustus akan dimulai pelaksanaan pengerukan untuk mengembalikan daya tampung secara bertahap," pungkas Saikhu. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow