16.988 Jiwa Terdampak Banjir Bengawan Jero, Pemkab Lamongan Perpanjang Tanggap Darurat Hingga 26 Januari

16 Jan 2026 - 09:51
16.988 Jiwa Terdampak Banjir Bengawan Jero, Pemkab Lamongan Perpanjang Tanggap Darurat Hingga 26 Januari
Pantauan Udara Kondisi Banjir Luapan Bengawan Jero. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero. Keputusan ini diambil menyusul curah hujan yang masih sangat tinggi dan meluasnya dampak banjir di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Kabupaten Lamongan hingga 15 Januari 2026, tercatat sebanyak 4.752 rumah dan 16.988 jiwa terdampak oleh genangan air. Selain pemukiman, banjir juga merendam 6.520 hektare sawah dan tambak serta melumpuhkan aktivitas di 87 lembaga pendidikan.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lamongan, Ery S. Rosidi, mengonfirmasi bahwa masa tanggap darurat yang seharusnya berakhir kini diperpanjang selama dua pekan ke depan.

"Ya benar, status tanggap darurat diperpanjang selama 14 hari kalender, terhitung mulai tanggal 12 hingga 26 Januari 2026," ujar Ery saat dikonfirmasi afederasi.com, Jumat (16/1/2026) pagi. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Lamongan.

Menurut Ery, debit air sulit turun karena intensitas hujan yang berada jauh di atas rata-rata normal. "Intensitas hujan masih sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 100,4 mm/detik. Kondisi ini membuat kita harus tetap siaga dan mempercepat penanganan di lapangan," tambahnya.

Dampak banjir yang tersebar di lima kecamatan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Kecamatan Turi tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling luas, di mana 1.946 rumah terendam dan lebih dari 6.000 warga terdampak di 12 desa, termasuk Desa Putatkumpul yang mengalami dampak cukup signifikan.

Kondisi serupa terlihat di Kecamatan Karangbinangun dengan 784 rumah terdampak, namun wilayah ini mencatat kerusakan lahan pertanian terluas mencapai 2.347 hektare sawah dan tambak. Di Kecamatan Glagah, sebanyak 723 rumah terendam dengan 991 hektare lahan terdampak yang tersebar di 9 desa.

Sementara itu, di Kecamatan Deket, banjir menggenangi 695 rumah dan 751 hektare lahan. Sedangkan di Kecamatan Kalitengah, tercatat 604 rumah warga yang terdampak luapan air dengan luas lahan terendam mencapai 1.065 hektare.

Sebagai upaya meringankan beban warga, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mulai mendistribusikan bantuan logistik secara bertahap ke titik-titik pengungsian dan pemukiman warga.

"Pemkab Lamongan telah menyalurkan sebanyak 9 ton beras bagi warga terdampak banjir luapan Bengawan Jero. Kami terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat ini," tutup Ery.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga akhir Januari. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow