Winarti Hadiri Undangan BK DPRD Tulungagung, Jelaskan Kronologis Kejadian Dugaan Pelecahan yang Dialaminya
Tulungagung, (afederasi.com) - Winarti, yang merasa menjadi korban dugaan pelecehan oleh Legislator PAN DPRD Tulungagung, Misbah, telah menghadiri undangan resmi Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Tulungagung pada hari Rabu, (27/9/2023).
Undangan tersebut diterima oleh Winarti untuk memberikan klarifikasi mengenai insiden yang terjadi pada tanggal 24 Agustus 2023, yang diduga dilakukan oleh Legislator PAN, Misbah. Yang juga merupakan saudaranya sendiri
Meskipun mendapat undangan resmi, Winarti mengaku telah menerima teror melalui pesan singkat yang tidak jelas di ponselnya.
Winarti menjelaskan bahwa kedatangannya ke Badan Kehormatan DPRD Tulungagung adalah untuk menjelaskan secara rinci peristiwa yang sebenarnya terjadi, bukan untuk mencari sensasi atau kompensasi finansial. Dia ingin mengungkapkan permasalahan yang dihadapi masyarakat kepada dirinya.
"Dituduh memfitnah oleh saudara sendiri, yakni Legislator PAN Misbah, namun tujuan saya datang hari ini adalah untuk meminta keadilan dan menjaga harga diri sebagai seorang perempuan," ujar Winarti pada Rabu, (27/9/2023).
Winarti menambahkan bahwa meskipun dia tidak bertemu langsung dengan Misbah selama pertemuan tersebut, dia merasa puas dengan dukungan yang diberikan oleh Badan Kehormatan DPRD Tulungagung dalam mempertahankan harga diri perempuan. Dia juga meminta agar Misbah mengakui perbuatannya.
"Jika saya benar-benar memfitnah, saya tidak akan menghadiri undangan DPRD Tulungagung," tegasnya.
Sejumlah warga desa, sekitar 20 rumah dari tempat tinggal Winarti, sebelumnya telah menduga bahwa Winarti melakukan fitnah terhadap Misbah. Winarti berharap agar Badan Kehormatan DPRD Tulungagung bertindak tegas dan mengklarifikasi situasi ini.
Winarti juga menekankan pentingnya agar Misbah meminta maaf kepada 20 rumah di sekitarnya atas tuduhan fitnah yang terjadi.
Ketika ditanya apakah dia mengalami intimidasi selama menyelidiki kasus ini, Winarti mengungkapkan bahwa dia menerima ancaman untuk menghentikan penyelidikan ini melalui pesan WhatsApp dan telepon. Dia telah mencoba mengundang pihak yang mengancamnya untuk bertemu dan berbicara secara baik-baik, tetapi pihak tersebut menolak.
"Pinginnya saya ajak bertemu dengan cara damai, tetapi pihak yang mengancam tidak mau," tambah Winarti.
Sementara itu, Mashud, Ketua Badan Kehormatan DPRD Tulungagung, menjelaskan bahwa Misbah telah dicopot dari Badan Kehormatan dan posisinya digantikan oleh anggota partai yang sama. Terkait undangan Winarti, pihaknya akan meminta klarifikasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut, termasuk apakah ada sentuhan fisik langsung atau tindakan lain yang harus diperhatikan.
Setelah mendapatkan klarifikasi dari Winarti, pihak Badan Kehormatan akan mengagendakan klarifikasi serupa kepada Misbah dalam waktu dekat.
"Dalam waktu dekat Misbah tentu akan dipanggil BK, untuk menjelaskan apa yang terjadi," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Winarti, warga Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, diduga menjadi korban dugaan pelecehan oleh legislator PAN, yaitu Misbah.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 05.00 WIB ketika Winarti sedang memarkirkan mobilnya di sekitar rumahnya, dan pada saat yang sama, Misbah berada di sekitar area tersebut. Jarak antara rumah Misbah (MB) dan rumah Winarti (WN) sekitar 30 meter.
Pada suatu saat, tanpa ada peringatan sebelumnya, Misbah secara tiba-tiba memegang dagu Winarti. Setelah itu, Winarti memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya dan mandi.
Setelah selesai mandi, Winarti pergi ke kamar. Kemudian Misbah meminta es batu tanpa menimbulkan kecurigaan apapun. Winarti dengan tulus memberikan instruksi kepada Misbah untuk mengambilnya di dalam kulkas.
Ketika Winarti masih berada di dalam kamar dan dalam proses mengenakan pakaian, Misbah tiba-tiba bertanya pada Winarti apa yang sedang dia lakukan. Winarti menjawab bahwa dia baru saja selesai mandi. Misbah kemudian mulai berpikir bahwa Winarti masih dalam keadaan setengah telanjang, yang kemudian mengakibatkan Misbah mulai menggedor pintu kamar sambil berteriak bahwa dia ingin melihat.
Namun, upaya Misbah untuk menggedor pintu terhenti ketika anak Winarti bangun. Akibatnya, Misbah segera meninggalkan rumah Winarti dan kembali ke rumahnya.(riz/dn)
What's Your Reaction?



