Ormas Menggeruduk Gerai Mie Gacoan di Medan, Diduga Perdebatan Lahan Parkir
Sebuah kejadian kontroversial terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, ketika puluhan anggota organisasi masyarakat (ormas) memenuhi gerai Mie Gacoan SM Raja.
Medan, (afedeasi.com) - Sebuah kejadian kontroversial terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, ketika puluhan anggota organisasi masyarakat (ormas) memenuhi gerai Mie Gacoan SM Raja. Video insiden tersebut menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun fanspage Instagram @terang_media.
Video tersebut memperlihatkan anggota ormas yang meramaikan area parkir dan beberapa di antaranya bahkan masuk ke dalam ruangan utama gerai dan meja kasir. Menurut pengunggah video, ormas mendatangi gerai ini karena dugaan sengketa terkait pengelolaan lahan parkir. Gerai Mie Gacoan ini terletak di Jalan Sisingamangaraja No. 61A Teladan Baru, Medan, dan tampaknya menjadi tujuan banyak pengunjung.
Para anggota ormas tampak bercampur dengan pengunjung yang sedang menikmati hidangan. Situasi ini menarik perhatian beberapa pengunjung yang mengamati kehadiran mereka di dekat meja makan. Menurut informasi yang diunggah oleh @terangmedia, oknum dari ormas ini diduga telah menciptakan keributan sebanyak lima kali sebelumnya.
Kedatangan ormas ini menyebabkan ketidaknyamanan di kalangan pengunjung dan pemilik gerai Mie Gacoan. Video tersebut berhasil menjadi viral dengan ribuan penonton, dan juga menarik perhatian di platform seperti YouTube dan TikTok. Banyak netizen memberikan komentar mengenai insiden tersebut.
Seorang netizen dengan akun @sancokonp12 mengomentari, "Hajatan sudah kita datangi, sekali Mie Gacoan biar tidak bosen sama prasmanan hajatan wkwk." Sementara itu, @unt**ko*om mengungkapkan, "Mereka peliharaan oknum pejabat. Jadi bakalan susah." Sebagaimana yang dikutip network afederasi.com, suara.com.
Sebuah komentar lainnya dari @hikaw*shi menyatakan, "Napa sih ini? Senangnya pada ribut mulu." Netizen @kuil**er18 berpendapat, "Nggak di kota nggak di daerah, selalu bikin onar dengan menyebar intimidasi dan aksi-aksi premanisme. Sudah banyak masyarakat dan UMKM yang sudah dibuat resah. Tapi mengapa ormas preman ini masih saja tetap eksis berdiri. Tolong dikaji pak @mohmahfudmd." (fitr)
What's Your Reaction?



