Trijanto Terpilih Aklamasi Pimpin PERCASI Kota Blitar

01 Feb 2026 - 12:55
Trijanto Terpilih Aklamasi Pimpin PERCASI Kota Blitar
Prosesi pemilihan Percasi Kota Blitar. (Anang/afederasi.com)

Blitar, (afederasi.com) – Musyawarah pemilihan Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kota Blitar akhirnya menetapkan Mohammad Trijanto, SH, MH sebagai Ketua Umum PERCASI Kota Blitar periode 2026–2030. Pemilihan tersebut berlangsung di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar, Sabtu malam (31/01/2026).

Pemilihan ketua dilakukan secara aklamasi setelah dari enam ketua klub catur yang memiliki hak suara, sebanyak lima klub menyatakan dukungan kepada Mohammad Trijanto. Sementara satu perwakilan klub tidak hadir dalam forum pemilihan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) PERCASI Jawa Timur serta perwakilan Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar. Hadir pula pengurus KONI Kota Blitar dan para pengurus klub catur di wilayah Kota Blitar.

Proses pemilihan berlangsung secara terbuka dan demokratis. Setelah dilakukan verifikasi peserta dan penyampaian pandangan umum dari masing-masing klub, forum secara mufakat menyepakati penetapan Mohammad Trijanto sebagai ketua umum baru PERCASI Kota Blitar.

Dalam sambutan perdananya setelah terpilih, Mohammad Trijanto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan dijalankan dengan prinsip kebersamaan, profesionalisme, dan keterbukaan.

Ia kemudian memaparkan visi dan misi kepengurusan PERCASI Kota Blitar periode 2026–2030 dengan mengusung tema besar “Membangun catur sebagai olahraga intelektual, pembentuk karakter, dan sumber prestasi berkelanjutan di Bumi Bung Karno.”

Menurutnya, catur bukan hanya sekadar cabang olahraga kompetisi, tetapi juga sarana pendidikan mental dan intelektual bagi generasi muda.

“Catur harus hidup di tengah masyarakat, kuat dalam organisasi, dan tajam dalam prestasi. Kita ingin menjadikan catur sebagai olahraga berpikir yang membentuk karakter serta melahirkan prestasi secara sistematis dan berkelanjutan,” ujar Trijanto.

Ia menjelaskan bahwa visi tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah misi strategis. Misi pertama adalah membudayakan berpikir kritis melalui catur sebagai simbol olahraga olah pikir yang menanamkan ketenangan, ketepatan dalam mengambil keputusan, dan sportivitas.

Selain itu, nilai-nilai pemikiran Bung Karno juga akan diintegrasikan dalam pembinaan catur, yakni berpikir merdeka, strategis, dan berani. PERCASI Kota Blitar juga akan mendorong agar catur hadir di ruang-ruang publik seperti sekolah, komunitas, dan lingkungan masyarakat.

Misi kedua adalah menggerakkan ekosistem catur melalui penguatan pembinaan dari tingkat akar rumput. 

Pembinaan akan diaktifkan hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan RW, sekaligus memberdayakan klub-klub catur yang sudah ada serta mendorong pembentukan klub baru berbasis sekolah, komunitas, dan lingkungan kampung.

“Kami ingin menciptakan sistem pembinaan yang berjenjang, jelas, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Misi ketiga difokuskan pada peningkatan prestasi atlet. Hal ini akan dilakukan melalui sistem seleksi atlet yang objektif dan transparan berbasis prestasi, penerapan program latihan sesuai standar PERCASI dan nasional, serta peningkatan kualitas pelatih dan wasit.

“Target kami adalah peningkatan signifikan prestasi atlet Kota Blitar di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Prinsip utama kami, atlet dibina dengan sistem, bukan dengan kedekatan personal,” ujarnya.

Misi keempat berkaitan dengan resolusi konflik secara profesional. Trijanto menekankan pentingnya penyelesaian masalah organisasi secara cepat, adil, dan bermartabat melalui dialog dan musyawarah, serta menghindari konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu pembinaan atlet dan prestasi.

PERCASI Kota Blitar diharapkan menjadi rumah besar yang aman dan kondusif bagi seluruh pecatur dan pengurus.

Misi kelima adalah mewujudkan tata kelola organisasi yang bersih dan akuntabel. Prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kolektif-kolegial akan diterapkan dalam pengelolaan administrasi, keuangan, dan program kerja. Seluruh kegiatan organisasi akan diselaraskan dengan AD/ART PERCASI dan ketentuan KONI.

Sementara itu, misi keenam menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan pemerintah dan masyarakat. PERCASI Kota Blitar akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pembinaan olahraga dan karakter, serta membangun kolaborasi dengan sekolah, kampus, komunitas, dan dunia usaha.

“Catur harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, baik sebagai sarana edukasi, rekreasi, maupun prestasi,” katanya.

Sebagai penegasan nilai organisasi, PERCASI Kota Blitar mengusung nilai intelektualitas, integritas, prestasi, persatuan, dan sportivitas. Menurut Trijanto, di Kota Blitar yang dikenal sebagai Bumi Bung Karno, berpikir adalah bagian dari perjuangan, sehingga catur tidak hanya menjadi permainan papan, melainkan latihan berpikir merdeka, disiplin strategi, dan pembentukan karakter bangsa.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengprov PERCASI Jawa Timur, Yusuf Santriono, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas jalannya pemilihan yang dinilainya terbuka dan demokratis.

Ia berharap di bawah kepemimpinan Mohammad Trijanto, PERCASI Kota Blitar dapat berkembang pesat dan mampu mengejar daerah-daerah lain yang lebih dulu maju dalam pembinaan prestasi catur.

“Kami sangat kagum dengan visi dan misi yang disampaikan. Ini bisa menjadi dorongan semangat bagi anak-anak didik dan atlet muda, sekaligus menjadi momentum untuk membenahi berbagai kekurangan PERCASI Kota Blitar pada periode sebelumnya,” kata Yusuf.

Menurutnya, pemilihan secara aklamasi menunjukkan soliditas klub-klub catur di Kota Blitar dalam mendukung kepemimpinan baru demi kemajuan organisasi dan prestasi atlet.

Dengan terpilihnya kepengurusan baru, PERCASI Kota Blitar diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, meningkatkan prestasi di berbagai kejuaraan, serta menjadikan catur sebagai olahraga intelektual yang semakin membumi di tengah masyarakat Kota Blitar. (ang)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow