Tradisi Sedekah Bumi Dusun Betiring, Warisan Budaya yang Tetap Lestari Ditengah Era Informatika dan Digitalisasi
Gresik, (afederasi.com) - Ditengah era informatika dan digitalisasi namun tradisi warisan budaya tahunan hingga kini masih terus dilestarikan. Seperti yang dilakukan warga dusun Betiring Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Gresik, Jawa Timur yang mengelar Sedekah Bumi. Bahkan kegiatan yang penuh dengan makna budaya dan kebersamaan kali ini nampak lebih semarak dan meriah.
Dalam gelaran Sedekah Bumi di Dusun Betiring yang merupakan tradisi turun-temurun serta sudah berlangsung ratusan tahun ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Kehadiran orang nomer satu di Kabupaten Gresik, Tak ayal menambah kemeriahan acara Sedekah Bumi.
Kegiatan dimulai dengan tokoh masyarakat yang menabuh bende pusaka (gong kecil), untuk mengumpulkan masyarakat. Setelah itu, dilanjutkan kirab bersama-sama dengan membawa payung dan bende pusaka. Payung dan bende tersebut dibawa rombongan sambil membaca sholawat nabi dan berakhir ditempat lokasi hajatan.
Selain itu, warga bergotong-royong menyiapkan makanan dan hasil bumi yang kemudian dibagikan kepada seluruh peserta acara, simbol dari rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam acara ini makanan tersebut dirangkai di tandu yang berfungsi sebagai wadah, yang oleh masyarakat disebut Anca. Ancak-ancak ini lantas ditata berjajar pada empat penjuru mata angin dengan pusat berupa panggung acara.
Menariknya, Ancak tidak hanya diisi makanan, buah, dan jajanan saja, melainkan terdapat rengginang lebar yang wajib ada dalamnya. Rengginang tersebut, merupakan perlambang tanduk kerbau yang bagi masyarakat melambangkan kesuburan. Ancak dari masyarakat ini berukuran sangat besar dan untuk membawanya diperlukan 4 orang atau lebih.
Dalam kesempatan tersebut Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik dalam menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada warga Dusun Betiring. Menurutnya, kegiatan ini sarat akan nilai-nilai kebersamaan sekaligus bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.
"Saya sangat mengapresiasi semangat gotong-royong dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh warga Dusun Betiring. Tradisi Sedekah Bumi ini adalah wujud nyata dari rasa syukur kita kepada Allah SWT dan penghargaan kita terhadap alam yang telah memberikan kita banyak kebaikan," ujar Gus Yani
Gus Yani juga menekankan pentingnya melestarikan tradisi seperti Sedekah Bumi sebagai bagian dari identitas budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi muda. Bupati Yani berharap, melalui acara seperti ini, generasi muda dapat memahami dan menghargai nilai-nilai kearifan lokal yang ada di daerah mereka.
Tak hanya itu, Gus Yani juga mengajak semua hadirin untuk mendoakan saudara-saudara di Pulau Bawean, serta bersama-sama berdoa agar Kabupaten Gresik dijauhkan dari bencana.
Gelaran Sedekah Bumi Dusun Betiring, sejatinya sudah dilakukan masyarakat Dusun Betiring sejak dahulu. Dua benda pusaka yang di kirab, yakni payung dan bende merupakan peninggalan dari Bupati Gresik pertama yakni KRT Poesponegoro sekitar 1617 masehi atau lebih dari 400 tahun yang lalu.
Selain itu, melalui acara Sedekah Bumi ini juga meneguhkan Dusun Betiring sebagai salah satu desa yang tetap menjaga tradisi dan budayanya. serta membangkitkan semangat kebersamaan dan rasa syukur bahkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Gresik. (frd)
What's Your Reaction?



