Kabupaten Tulungagung Alami Deflasi Pertama di Semester Awal 2024

05 Jun 2024 - 06:29
Kabupaten Tulungagung Alami Deflasi Pertama di Semester Awal 2024
Pj. Bupati Tulungagung Heru Suseno dan Ketua BPS Tulungagung Muhammad Amin, ketika dikonfirmasi awak media di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, (rizki /afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Semester pertama tahun 2024 mencatat sejarah bagi Kabupaten Tulungagung dengan mengalami deflasi (penurunan harga) untuk pertama kalinya.

Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung, Heru Suseno, mengungkapkan bahwa deflasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama dari sektor komoditi pangan.

"Kali ini, Tulungagung mengalami deflasi sekitar 0,47 persen," jelas Heru Suseno setelah menghadiri rapat percepatan penanganan inflasi di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (4/6/24).

Heru menjelaskan bahwa meskipun ada kenaikan harga beras jenis premium dari Rp 13.900 per kilogram menjadi Rp 14.900 per kilogram akibat relaksasi yang dilakukan oleh Badan Pangan Nasional, hal ini tidak terlalu signifikan mempengaruhi deflasi secara keseluruhan.

"Untuk komoditi seperti bawang merah tidak memberikan pengaruh yang signifikan, namun kenaikan harga beras akan sangat berdampak. Kenaikan 500 rupiah saja bisa berpengaruh pada inflasi," katanya. 

Heru menambahkan bahwa kenaikan harga beras ini masih terkendali. Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, pihaknya akan terus melakukan operasi pasar.

Menurut Heru, kenaikan harga beras secara nasional ini bertujuan agar petani tetap mendapatkan keuntungan saat memasuki musim panen raya.

"Kenaikan harga beras memungkinkan petani mendapatkan keuntungan dari hasil panennya," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi terkait inflasi bulan Mei 2024, Heru menyebutkan bahwa inflasi mencapai 3,38 persen, dengan puncak inflasi terjadi pada bulan Maret karena harga tertinggi. "Turunnya harga beras salah satunya disebabkan oleh panen raya yang dimulai pada Mei 2024," tegasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tulungagung, Muhammad Amin, juga menyatakan bahwa harga beras merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi inflasi. BPS melakukan survei di pasar-pasar Tulungagung untuk menilai inflasi.

"Tren tahunan terlihat jelas, seperti saat hari raya, Agustusan, dan hari libur, kebutuhan biasanya meningkat," jelas Amin. (riz/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow