Tradisi Merangkai Bunga Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Lamongan Sambut Misa Natal

24 Dec 2025 - 14:38
Tradisi Merangkai Bunga Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Lamongan Sambut Misa Natal
Sejumlah Ibu-Ibu Jemaat Gereja St. Fransiskus Xaverius Lamongan Sibuk Merangkai Bunga (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Suasana khidmat menyambut peringatan Natal mulai menyelimuti Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Lamongan pada Rabu pagi (24/12/2025). Di tengah persiapan teknis ibadah, di sudut gereja tampak sejumlah ibu-ibu jemaat yang tengah sibuk merangkai bunga.

Kegiatan ini bukan sekadar dekorasi biasa, melainkan tradisi tahunan yang telah terjaga selama puluhan tahun. Jemari terampil para ibu jemaat dengan telaten menyusun helai demi helai bunga untuk memastikan gereja siap menyambut jemaat pada ibadah Malam Natal nanti.

Berbagai jenis bunga segar seperti Krisan, Peacock, dan Mawar dipadukan dengan dedaunan hijau seperti Pilo dan Andong. Perpaduan ini menciptakan dekorasi estetik yang ditempatkan di titik-titik utama gereja.

Bagi para perangkai, tugas ini memerlukan rasa dan ketelitian tinggi. Ibu Nusantoro, salah satu jemaat yang terlibat, menjelaskan bahwa merangkai bunga untuk keperluan liturgi memiliki standar tersendiri.

"Ini seni, jadi tidak bisa asal-asalan. Harus pas. Yang satu bagaimana, yang lain juga harus mengikuti," ujar Ibu Nusantoro saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Rabu (24/12/2025).

Meski terlihat sederhana, satu rangkaian bunga rata-rata membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Fokus pada detail menjadi kunci agar pesan keindahan dan kedamaian Natal tersampaikan melalui visual gereja.

Persiapan tahun ini diakui memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait ketersediaan dan harga bahan baku. Ibu Nusantoro mengungkapkan bahwa harga bunga di pasar mengalami kenaikan signifikan karena bertepatan dengan momen Hari Ibu.

"Bunga-bunga seperti ini tidak murah, apalagi ada Hari Ibu, jadi harganya naik," tuturnya.

Meski demikian, kendala harga tidak menyurutkan semangat pengabdian. Sebagai pengurus liturgi yang telah mendedikasikan dirinya selama lebih dari 15 tahun, Ibu Nusantoro memandang kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan tulus untuk mempercantik rumah ibadah demi kelancaran momen sakral bagi seluruh jemaat. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow