Tiket Kereta Api Lebaran di Daop 7 Madiun Sudah Terjual 84 Persen

19 Mar 2024 - 20:25
Tiket Kereta Api Lebaran di Daop 7 Madiun Sudah Terjual 84 Persen
Moda transportasi KAI yang diminati oleh sebagian besar masyarakat untuk mudik lebaran tahun 2024 (doc humas daop 7 Madiun)

Tulungagung, (afederasi.com) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun mengumumkan bahwa penjualan tiket untuk masa angkutan Lebaran hingga Selasa (19/3/2024) telah mencapai 84 persen dari total ketersediaan tiket sebanyak 66.792 atau setara dengan 56.334 tiket.

Kuswardojo, selaku Manager Humas Daop 7 Madiun, menjelaskan bahwa jumlah tiket yang telah terjual untuk keberangkatan dari Daop 7 Madiun melibatkan 5 perjalanan KA dengan kapasitas 66.792 tempat duduk yang tersedia selama masa Lebaran.

"Tiket yang terjual mencapai 56.334 (84 persen) dengan jumlah penumpang keberangkatan dari Daop 7 Madiun sebanyak 33.529," ungkap Kuswardojo.

KA Kahuripan, yang beroperasi dari Blitar menuju Kiaracondong, menjadi KA favorit dimana seluruh tiket untuk keberangkatan antara tanggal 31 Maret hingga 21 April telah habis terjual.

Menurut data yang tersedia, jumlah penumpang terbanyak dari Daop 7 Madiun terjadi pada masa pra-Lebaran pada tanggal 6 April sebanyak 2.756 orang, dan pada masa purna-Lebaran pada tanggal 14 April sebanyak 7.138 orang.

"Data ini masih sifatnya sementara karena penjualan tiket masih berlangsung," tambahnya.

KAI mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti saat memesan tiket agar tidak terjadi kesalahan dalam input data identitas maupun tanggal keberangkatan yang diinginkan.

"KAI senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada semua pengguna jasanya," tegas Kuswardojo.

Dia juga menambahkan bahwa dengan tingginya minat masyarakat dalam memesan tiket kereta api, KAI Daop 7 berjanji untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaik dengan memprioritaskan keselamatan perjalanan KA.

"KAI Daop 7 Madiun telah memastikan kesiapan dalam menghadapi angkutan Lebaran mulai dari melakukan pemeriksaan sarana, prasarana, daerah rawan, hingga pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM)," tambahnya. (dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow