Terbongkar, Modus Penipuan SK ASN Palsu di Gresik, Pelaku Pakai Laptop dan 2 HP untuk Tipu Korban

Pelaku mengetik sendiri percakapan menggunakan dua handphone, seolah-olah ada komunikasi dengan pihak BKPSDM. Itu digunakan untuk meyakinkan korban,” ujar Kapolres, Senin (27/04/2026).

28 Apr 2026 - 02:31
Terbongkar, Modus Penipuan SK ASN Palsu di Gresik, Pelaku Pakai Laptop dan 2 HP untuk Tipu Korban
Antoni, tersangka penipuan asn sk palsu dibawa ke ruang unit 3 Polres Gresik, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat pers rilis di halaman Mapolres Gresik (Fahrudin/afederasi.com)
Terbongkar, Modus Penipuan SK ASN Palsu di Gresik, Pelaku Pakai Laptop dan 2 HP untuk Tipu Korban

Gresik, (afederasi.com) – Terungkap modus licik di balik kasus penipuan Surat Keputusan (SK) ASN palsu yang menyeret Antoni alias AT (46). Dari hasil pemeriksaan Satreskrim Polres Gresik, pelaku diketahui menjalankan aksinya seorang diri dengan skenario yang disusun rapi untuk meyakinkan para korban.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengungkapkan, awalnya tersangka menyasar calon korban yang ingin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kepada korban, AT warga Dusun Betiting Desa Banjarsari Kecamatan Cerme ini menawarkan “jalur khusus” rekrutmen dengan iming-iming bisa langsung diangkat menjadi ASN di lingkungan Pemkab Gresik.

Untuk memperkuat kebohongannya, pelaku menciptakan komunikasi fiktif seolah-olah dengan pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). 

Ia menggunakan laptop dan dua telepon genggam untuk berpura-pura berbalas pesan, kemudian hasil percakapan tersebut di-capture dan ditunjukkan kepada korban sebagai bukti adanya koneksi orang dalam.

“Pelaku mengetik sendiri percakapan menggunakan dua handphone, seolah-olah ada komunikasi dengan pihak BKPSDM. Itu digunakan untuk meyakinkan korban,” ujar Kapolres, Senin (27/04/2026).

Tak berhenti di situ, tersangka juga memalsukan dokumen penting. Ia membuat berkas lengkap beserta tanda tangan yang didesain menyerupai dokumen resmi pengangkatan ASN. Dokumen palsu tersebut kemudian diserahkan kepada korban sebagai “bukti sah” bahwa proses rekrutmen telah berjalan.

Setelah korban percaya, pelaku meminta sejumlah uang dengan nominal bervariasi. Dana tersebut diklaim sebagai biaya administrasi dan pelicin agar proses pengangkatan berjalan lancar. Tanpa curiga, para korban pun menyerahkan uang hingga total mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Dalam pemeriksaan, AT mengaku seluruh uang hasil penipuan digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk membayar utang serta kebutuhan lain, bahkan untuk berjudi.

Meski pelaku mengklaim beraksi sendiri, polisi tidak langsung menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Terlebih, ditemukan kesamaan pola dan format dokumen pada para korban.

“Masih kami dalami, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk keluarga,” tegas AKBP Ramadhan.

Hingga saat ini, polisi telah menerima laporan dari sejumlah korban dan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan serta potensi korban lain dalam kasus tersebut.

AKBP Ramadhan pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap segala bentuk penipuan rekrutmen ASN. Ia menegaskan bahwa proses penerimaan ASN hanya dilakukan melalui jalur resmi pemerintah.

“Masyarakat jangan mudah percaya dengan janji bisa masuk ASN lewat jalur tidak resmi. Jika menemukan praktik mencurigakan, segera laporkan melalui layanan pengaduan Cak Rama atau call center 110,” pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow