Tekan Harga Beras, Bulog Guyur 893 Ribu Ton Beras SPHP Sepanjang 2026

Perum Bulog menargetkan penyaluran 893 ribu ton beras SPHP secara nasional pada 2026. Jawa Timur menempati posisi kedua penyaluran terbesar di Indonesia.

28 Apr 2026 - 00:22
Tekan Harga Beras, Bulog Guyur 893 Ribu Ton Beras SPHP Sepanjang 2026
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mendampingi Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini meninjau stok beras yang ada di gudang Bulog Tulungagung (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Perum Bulog terus memacu penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang tahun 2026 guna menjaga daya beli masyarakat. Secara nasional, perusahaan pelat merah ini mematok target distribusi hingga 893 ribu ton beras untuk mengintervensi harga di pasar.

Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto, menyatakan bahwa mandat penyaluran beras SPHP ini dilakukan secara merata di seluruh pelosok tanah air. Hingga saat ini, Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai wilayah dengan realisasi distribusi terbesar kedua di tingkat nasional.

"Target kami tahun ini ada 893 ribu ton beras SPHP yang disalurkan. Jawa Timur menempati urutan kedua," ujar Prihasto di sela kegiatannya di Tulungagung, Senin (27/4/2026).

Data menunjukkan, dalam kurun waktu empat bulan pertama di tahun 2026, realisasi penyaluran beras SPHP di Jawa Timur telah menembus angka 30 ribu ton lebih. Langkah masif ini dilakukan untuk meredam potensi gejolak harga bahan pokok di tengah masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, memaparkan bahwa pihaknya menerapkan delapan mekanisme distribusi. Penyaluran tersebut mencakup pedagang pasar, BUMN, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga melibatkan unsur TNI dan Polri.

"Penyaluran beras SPHP ini untuk menekan harga beras di pasaran," kata Langgeng.

Ia menambahkan, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), fluktuasi harga beras medium di Jawa Timur sejauh ini masih terkendali. Kondisi ini terpantau stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"Kalau di Jawa Timur kami pantau masih hijau, artinya harga beras medium masih aman," imbuhnya.

Dalam teknis penjualannya, Bulog melepas beras SPHP kepada mitra penyalur dengan harga Rp 11.000 per kilogram. Selanjutnya, masyarakat dapat menebus beras kualitas medium tersebut dengan harga maksimal Rp 12.500 per kilogram di titik-titik penjualan resmi.

Guna memastikan tepat sasaran, Bulog juga mulai merambah distribusi melalui 386 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di Jawa Timur. Selain itu, pasokan beras premium kini mulai diarahkan untuk menyokong kebutuhan nutrisi masyarakat melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Penyaluran di SPPG dan KDKMP kami lakukan dua minggu sekali sesuai pesanan," tutup Langgeng.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow