Serangan Israel di Jalur Gaza Makan Korban: Sembilan Staf PBB Tewas dalam Serangan
Sembilan staf PBB dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, sesuai dengan laporan Lembaga PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang diumumkan pada Rabu (11/10/2023).
Gaza, (afederasi.com) - Serangan yang dilancarkan oleh Israel di Jalur Gaza telah menelan korban yang tak terhitung. Sembilan staf PBB dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, sesuai dengan laporan Lembaga PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang diumumkan pada Rabu (11/10/2023). Kejadian tragis ini melibatkan serangan udara militer Israel yang telah berlangsung sejak Sabtu pekan lalu.
UNRWA awalnya melaporkan bahwa empat stafnya telah kehilangan nyawa akibat serangan tersebut. Namun, angka kematian meningkat menjadi sembilan orang dalam perkembangan terbaru.
Juliette Touma, Direktur Komunikasi UNRWA, pernah menyatakan bahwa empat staf UNRWA meninggal di Jalur Gaza. Ia juga memuji para staf UNRWA sebagai pahlawan tanpa jasa dalam berbagai peran penting, termasuk sebagai dokter, perawat, guru, insinyur, pekerja sanitasi, sopir, dan dalam bidang logistik.
Seiring berlanjutnya konflik antara Israel dan Hamas, UNRWA terpaksa mengurangi operasinya di Jalur Gaza. Akibatnya, pusat distribusi makanan ditutup, dan sekolah-sekolah harus berhenti beroperasi, berdampak pada sekitar 300 pengungsi Palestina yang tinggal di Jalur Gaza.
Menurut Juliette Touma, sebanyak 14 fasilitas PBB telah terdampak oleh serangan udara Israel, meskipun fasilitas PBB diharapkan mendapatkan perlindungan selama konflik.
Ia juga menyoroti fakta bahwa Jalur Gaza telah diblokade selama 16 tahun, menyebabkan dua per tiga penduduknya hidup dalam kemiskinan. Sebanyak 1,2 juta orang bergantung pada bantuan UNRWA, termasuk bantuan makanan. Persediaan listrik dan air sangat terbatas, sementara penduduk tidak dapat dengan bebas masuk dan keluar dari Jalur Gaza.
Juliette Touma memperkuat pesan PBB untuk segera menghentikan konflik ini. "Ketidakpastian, ketakutan, kesedihan, dan duka. Saatnya agar semuanya berakhir demi kebaikan semua pihak," tegasnya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com. (mg-1/jae)
What's Your Reaction?



