Retinopati Diabetik: Ancaman Tersembunyi Bagi Penderita Diabetes, Deteksi Dini dan Pencegahan Menjadi Kunci
Para penderita diabetes harus berhati-hati terhadap retinopati diabetik, sebuah komplikasi serius yang dapat merusak penglihatan akibat tingginya kadar gula dalam darah.
Jakarta, (afederasi.com) - Para penderita diabetes harus berhati-hati terhadap retinopati diabetik, sebuah komplikasi serius yang dapat merusak penglihatan akibat tingginya kadar gula dalam darah. Dr. Nur Ainun, Sp. P. D, seorang Spesialis Penyakit Dalam di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, menekankan pentingnya deteksi dini, terutama bagi mereka dengan faktor risiko diabetes. Menurutnya, pencegahan dan pengendalian diabetes dapat dilakukan segera melalui deteksi dini, menghindari munculnya penyakit komplikasi, termasuk retinopati diabetik.
*"Karenanya, penting untuk melakukan deteksi dini, khususnya bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko diabetes. Dengan begitu, pencegahan dan pengendalian diabetes dapat dilakukan segera, sehingga tidak sampai menyebabkan munculnya penyakit komplikasi,"* ujar dr. Nur Ainun seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Retinopati diabetik, sebuah komplikasi mata akibat kerusakan pembuluh darah di retina, dapat menyerang mereka yang telah lama menderita diabetes tanpa mengelola kondisi mereka dengan baik. Dr. Sesaria Rizky Kumalasari, Sp. M, seorang Spesialis Ilmu Kesehatan Mata di RSPI Pondok Indah, menjelaskan bahwa gula darah yang tidak terkontrol menjadi faktor risiko utama untuk retinopati diabetik. Kondisi ini juga dapat berkembang pada penderita diabetes dengan kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan sering mengalami hiperglikemia.
*"Perlu waspada jika gejala diabetes menganggu penglihatan atau retinopati diabetik, seperti penglihatan kabur, bintik-bintik mengapung, perubahan penglihatan warna, hingga kehilangan penglihatan. Pemeriksaan foto fundus mata setiap tahun sangat penting untuk mengidentifikasi retinopati diabetik secara dini,"* tambah dr. Sesaria.
Diabetes melitus, suatu gangguan metabolisme kronis dengan tingginya kadar gula darah, dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk retinopati diabetik. Terbagi menjadi tipe 1 dan tipe 2, diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh defisiensi produksi hormon insulin, sementara tipe 2 karena kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin. Faktor risiko gaya hidup sedentary dan pola makan tidak sehat dapat memicu diabetes tipe 2.
*"Kadar gula darah yang tinggi pada diabetes bisa mengganggu pembuluh darah di mata, menyebabkan retinopati diabetik. Pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk pemeriksaan fungsi ginjal dan kondisi kaki, sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut,"* ungkap dr. Sesaria.
Selain pemeriksaan rutin, para penderita diabetes perlu menjalani terapi pengobatan sesuai anjuran dokter. Aktivitas fisik dan olahraga ringan juga dianjurkan, sejalan dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) untuk semua orang, termasuk mereka yang memiliki diabetes. Mencegah retinopati diabetik dan komplikasi lainnya memerlukan peran aktif dari penderita diabetes dalam menjaga gaya hidup sehat dan mengelola kondisi kesehatan mereka secara baik.(mg-2/mhd)
What's Your Reaction?



