Remaja Gizi Buruk Lumpuh 15 Tahun Dirujuk ke RSUD Bondowoso, Dinkes Klaim Sudah Peduli
Prastiyo remaja gizi buruk asal Dusun Pasenan Barat RT 21 RW 8, Desa Pancoran, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso yang menderita lumpuh selama 15 tahun, akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Sabtu (10/6/2023) pagi.
Bondowoso, (afederasi.com) - Prastiyo remaja gizi buruk asal Dusun Pasenan Barat RT 21 RW 8, Desa Pancoran, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso yang menderita lumpuh selama 15 tahun, akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Sabtu (10/6/2023) pagi.
Jika awalnya pihak keluarga dan pemerintah desa (Pemdes) Pancoran menduga Prastiyo menderita gizi buruk, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso membantahnya.
Menurut Agus Winarno, Plt. Kepala Dinkes Kabupaten Bondowoso, Prastiyo menderita gangguan syaraf sehingga lumpuh serta mengidap Hidrosefalus atau penumpukan cairan di rongga otak.
"Ketika usia 2 bulan, Dinkes sudah merekomendasikan yang bersangkutan untuk berobat ke Malang. Tapi karena ketidakmampuan secara ekonomi untuk operasionalnya, maka berhenti," kata Agus kepada Afederasi ditemui di Pancoran, Sabtu (10/6/2023).
Setelah itu, Agus menyebutkan bahwa akhirnya Prastiyo yang alami gizi buruk baru bisa dirujuk hari ini setelah diskusi panjang dengan pihak keluarga.
"Sebelumnya pihak keluarga tidak setuju untuk dirujuk, tetapi kami beri edukasi lagi akhirnya berhasil dirujuk ke RSUD dan seluruh pembiayaannya gratis," tuturnya.
Walaupun 15 tahun seolah Prastiyo tidak diperhatikan, namun Agus mengklaim bahwa Dinkes Bondowoso sudah peduli terhadap kondisi mereka.
"Penyuluhan dan pemeriksaan rutin sudah dilakukan oleh kader posyandu dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Nangkaan, seperti pemberian MP ASI sejak balita," klaimnya.
"Tetapi memang keluarga dari adik Prastiyo belum berkenan dirujuk waktu itu," imbuh Agus.
Di sisi lain, Harsono, ayah dari Prastiyo saat ditinggalkan oleh anak dan istrinya ke rumah sakit, masih merasa ragu akan keputusan keluarganya merujuk anak ketiganya dari empat bersaudara itu.
"Nanti anak saya apa langsung dioperasi, mas? Saya takut anak saya kenapa-kenapa di rumah sakit," tanya Harsono pada Afederasi dengan ekspresi bimbang.
Sikap Harsono ini seolah menandakan literasi kesehatan masyarakat di Bondowoso belum sepenuhnya tinggi. Apalagi anaknya mengalami gizi buruk yang lumpuh belasan tahun.
Dinkes Bondowoso pun sepertinya perlu bekerja lebih ekstra mengedukasi masyarakat terkait pentingnya kesehatan mulai di tataran bawah. (Den)
What's Your Reaction?



