PUPR Tutup Sementara Sinkhole di Tulungagung, Penelitian Geologi Diperlukan

28 Feb 2025 - 19:05
PUPR Tutup Sementara Sinkhole di Tulungagung, Penelitian Geologi Diperlukan
Petugas dari Dinas PUPR Tulungagung ketika melakukan penutupan sementara pada sinkhole yang muncul di ruas jalan utama Kecamatan Sendang (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung menutup sementara sinkhole yang muncul di ruas jalan utama Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jumat (28/2/2025). Lubang dengan diameter 80 cm dan kedalaman sekitar 7 meter itu diduga terbentuk akibat rembesan air dari selokan.

Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, mengatakan bahwa setelah penutupan sementara, pihaknya akan terus memantau kondisi di lokasi untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

“Kami telah mengisi lubang dengan material seperti batu gebal dan ijuk, kemudian menutupnya. Selanjutnya, kami akan melakukan pengamatan lebih lanjut,” ujar Hari.

Pasca kejadian Tim PUPR langsung diterjunkan ke lokasi bersama Forkopimcam untuk meninjau lebih dekat kondisi jalan yang terdampak. Dari hasil pemantauan, lubang tersebut ternyata memiliki kedalaman lebih dari 8 meter dan terdapat aliran air di bawahnya.

Menurut Hari, ada beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya sinkhole ini, di antaranya rembesan air dari selokan sekitar serta getaran kendaraan berat yang melintas. Awalnya, PUPR menduga ada kebocoran dari aliran PDAM, tetapi setelah dilakukan beberapa kali uji coba, dugaan itu terbantahkan.

“Saat aliran PDAM ditutup, air di dalam lubang tetap mengalir. Namun, ketika selokan dibendung, airnya justru berhenti. Ini menandakan ada rembesan dari beberapa titik selokan yang masuk ke dalam tanah, membuat struktur tanah menjadi labil hingga akhirnya ambles,” jelasnya.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya selokan yang tertutup bangunan warga, sehingga aliran air tidak terkontrol.

Hari menambahkan, untuk mengetahui penyebab pasti munculnya sinkhole tersebut, seharusnya dilakukan penelitian lebih mendalam oleh ahli geologi. Namun, saat ini PUPR belum bisa merealisasikan hal tersebut karena keterbatasan anggaran.

“Mungkin dari BPBD atau Bappeda Tulungagung memiliki anggaran yang lebih fleksibel untuk menindaklanjuti penelitian ini,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow