Menurut Kepala Biro Operasi Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Puji Santoso, skema pengamanan ini melibatkan 2.886 personel dari TNI, Polri, pemerintah daerah (pemda), dan stakeholder terkait. Tujuannya adalah untuk menjamin kenyamanan penonton dan kelancaran acara.
"Pasukan itu untuk pengamanan rute di lokasi bus menuju ke GBT, kemudian di lokasi hotel-hotel." ungkap Puji Santoso seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com/ Selain itu, 349 personel lainnya diterjunkan untuk mengamankan lokasi pemberhentian shuttle bus menuju pertandingan.
Pihak kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya akan melakukan pengawasan di enam titik lokasi pemberhentian shuttle bus, termasuk di Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Tandes, Terminal Benowo, dan Terminal Osowilangun.
"Pengawasan di titik pemberangkatan dilakukan untuk mencegah oknum suporter membawa barang-barang terlarang, seperti minuman keras dan tidak bertiket," ungkap Puji Santoso seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Dalam kesiapan untuk alur kepulangan, Polda Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dan panitia stadion. Skema antisipasi penumpukan suporter akan diimplementasikan, termasuk penggunaan moda transportasi untuk mengangkut penonton dari stadion GBT menuju titik pemberangkatan awal.
"Kami siapkan 25 kendaraan dari TNI dan Polri." tegas Puji Santoso seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Dengan koordinasi yang baik, pihak kepolisian dan TNI berharap pertandingan "Garuda Muda" melawan Maroko dapat berjalan aman dan lancar. "Semoga besok saat pertandingan semuanya lancar," ujar Puji Santoso, menutup pernyataannya seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com. (mg-1/mhd)