Pertanyaan kepada Prabowo: Anies Baswedan Soroti Putusan MK Terkait Batas Usia Capres-Cawapres

Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia calon presiden dan calon wakil presiden dalam debat perdana Pilpres 2024.

21 Dec 2023 - 13:23
Pertanyaan kepada Prabowo: Anies Baswedan Soroti Putusan MK Terkait Batas Usia Capres-Cawapres
Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan saat berbicara dalam forum Uji Gagasan di Universitas Bina Bangsa, Serang, Banten, Kamis (21/12/2023). (Suara.com/Rakha)

Banten, (afederasi.com) - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia calon presiden dan calon wakil presiden dalam debat perdana Pilpres 2024. Anies mengungkapkan perasaannya mengenai putusan kontroversial tersebut dalam forum Uji Gagasan di Universitas Bina Bangsa, Serang, Banten, pada Kamis (21/12/2023). Menurut Anies, Hakim Konstitusi yang memutuskan gugatan terhadap batas usia capres-cawapres terbukti melakukan pelanggaran kode etik berat. "MKMK itu mengatakan ada pelanggaran kode etik berat," tegas Anies seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Dalam penjelasannya, Anies menegaskan bahwa dirinya hanya menyampaikan fakta yang terdapat dalam putusan MKMK dan tidak bersifat menuduh terjadi pelanggaran kode etik hakim. "Itu adalah putusan MKMK, jadi saya nggak nuduh, itu fakta," ungkap Anies. Sebagai konsekuensinya, Anies kemudian mengungkapkan pertanyaannya kepada capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, mengenai perasaannya terkait putusan MK tersebut dalam debat perdana capres. "Karena kita semua yang mendengar merasakan ada sesuatu yang tidak tepat," tambah Anies.

Anies sebelumnya telah menyoroti kontroversi putusan MK dalam debat perdana capres pada tanggal 12 Desember 2023. Dalam pertanyaannya kepada Prabowo, Anies menyebut adanya masalah etika dalam pencalonan cawapres Gibran Rakabuming Raka yang diakibatkan oleh putusan MK. Namun, Prabowo menanggapinya dengan meyakinkan bahwa tidak ada masalah dari segi etika dalam putusan MK tersebut, seiring informasi yang diterimanya dari para pakar hukum. Prabowo menegaskan bahwa tindakan terhadap pelanggaran etika sudah diambil oleh pihak yang berwenang.

Meski mendapat jawaban Prabowo, Anies kembali menekankan bahwa pertanyaannya hanya menggambarkan perasaan terkait putusan MK yang kontroversial. Prabowo, sambil meledek Anies, menegaskan bahwa rakyatlah yang akan menilai dan memilih. "Sekarang begini, intinya rakyat putuskan, rakyat yang menilai. Kalau rakyat tidak suka Prabowo dan Gibran, nggak usah pilih kami Saudara-saudara sekalian," ungkap Prabowo.

Pada akhirnya, Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak takut kehilangan jabatan, menyampaikan pesan kepada Anies, "Saya tidak takut tidak punya jabatan Mas Anies. Sorry ye. Sorry ye," ujar Prabowo sambil menunjuk-nunjuk Anies.(mg-3/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow