Operasi Keselamatan Semeru 2025 Digelar, Fokus Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Jelang Lebaran

10 Feb 2025 - 18:48
Operasi Keselamatan Semeru 2025 Digelar, Fokus Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Jelang Lebaran
Penyepatan pita tandai Operasi Keselamatan Semeru 2025 resmi digelar (suparni/afederasi.com)

Trenggalek, (afederasi.com) – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1446 H/2025, Polres Trenggalek resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2025 mulai Senin (10/2/2025). Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah Jawa Timur.

Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dukarta, menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan 80 personel gabungan dari berbagai fungsi kepolisian yang terbagi dalam lima satuan tugas (Satgas): deteksi, preemtif, preventif, Gakkum (penegakan hukum), dan Banops (bantuan operasi). Selain itu, seluruh Polsek jajaran juga akan melakukan operasi imbangan guna memastikan efektivitas di lapangan.

Operasi ini akan menyasar lokasi-lokasi strategis, seperti kawasan wisata, pertokoan, pusat perbelanjaan, terminal, serta titik-titik rawan pelanggaran lalu lintas. Beberapa titik yang menjadi perhatian khusus adalah Lingkar Kota Trenggalek, Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), dan Alun-Alun Trenggalek. Sementara itu, jalur Trenggalek-Tulungagung, khususnya di Desa Kamulan dan Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, juga menjadi fokus karena sering terjadi kecelakaan fatal.

Selain lokasi, AKBP Indra menegaskan bahwa operasi ini akan menindak berbagai pelanggaran prioritas, seperti: pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm sni, pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, melebihi batas kecepatan, penggunaan knalpot brong yang tidak sesuai spesifikasi, melawan arus dan menerobos lampu merah, pengendara di bawah umur, dan berkendara dalam pengaruh alkohol. 

AKBP Indra mengungkapkan bahwa meski angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur pada tahun 2024 mengalami penurunan 12,37% dibandingkan 2023, serta korban meninggal dunia turun 9,66%, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih menjadi tantangan besar.

"WHO mencatat kecelakaan lalu lintas sebagai penyebab kematian tertinggi ketiga setelah penyakit jantung dan TBC. Oleh karena itu, Operasi Keselamatan Semeru 2025 akan mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif guna meningkatkan disiplin berlalu lintas serta simpati masyarakat terhadap Polri," ujar AKBP Indra.

Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 10 hingga 23 Februari 2025. Seluruh petugas diinstruksikan untuk menjalankan tugas dengan profesionalisme dan tetap mengutamakan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Laksanakan operasi dengan penuh tanggung jawab, lakukan pengawasan melekat terhadap seluruh personel di lapangan, dan tetap jaga kewaspadaan selama bertugas," pungkasnya.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow