Polres Tulungagung Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2025, Fokus Tertib Lalu Lintas Jelang Ramadan

10 Feb 2025 - 11:32
Polres Tulungagung Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2025, Fokus Tertib Lalu Lintas Jelang Ramadan
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi ketika meninjau kesiapan personil dalam gelar pasukan operasi keselamatan semeru 2025 di Halaman Mapolres Tulungagung (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Menyambut Ramadan dan Idul Fitri, Polres Tulungagung menggelar "Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan" sebagai bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2025. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan dan pelanggaran di jalan raya.

Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, menegaskan bahwa keselamatan dan ketertiban berlalu lintas merupakan hal mutlak yang harus dirasakan oleh masyarakat. Namun, faktanya masih banyak pelanggaran dan kecelakaan yang terjadi akibat kelalaian serta rendahnya pemahaman terhadap aturan lalu lintas.

"Banyak masyarakat yang kurang memahami regulasi lalu lintas, sehingga menyebabkan tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan. Oleh karena itu, kami terus berupaya meningkatkan keamanan dan ketertiban berlalu lintas melalui modernisasi sistem teknologi informasi secara berkelanjutan," ujar AKBP Taat, Senin (10/2/2025).

Berdasarkan data Satlantas Polres Tulungagung, jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami lonjakan signifikan dari 25.129 kasus pada 2023 menjadi 38.070 kasus pada 2024—naik 51%. Namun, jumlah kecelakaan justru menurun dari 1.485 kejadian pada 2023 menjadi 997 kejadian pada 2024, atau turun 32%.

Meski demikian, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan justru meningkat 2,68%, dari 149 orang pada 2023 menjadi 153 orang pada 2024.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah kecelakaan berkurang, dampaknya masih cukup fatal bagi korban.

Sebagai langkah preventif, Polda Jawa Timur bersama seluruh jajaran, didukung oleh berbagai stakeholder, menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2025. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 10 hingga 23 Februari 2025, di seluruh wilayah Jawa Timur.

"Operasi ini merupakan operasi cipta kondisi untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Kami ingin memastikan masyarakat terbiasa dengan tertib lalu lintas sebelum puncak arus mudik," jelas AKBP Taat.

Sebanyak 80 personel kepolisian akan dikerahkan dalam operasi ini, dengan pendekatan yang lebih mengedepankan edukasi dan tindakan preventif. Meski demikian, tindakan tegas tetap akan diberlakukan bagi pelanggaran yang berpotensi membahayakan, terutama 10 jenis pelanggaran prioritas seperti melawan arus, penggunaan knalpot brong dan penggunaan ponsel saat berkendara.

"Tujuan utama operasi ini adalah membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Harapannya, saat Ramadan dan Idul Fitri nanti, lalu lintas tetap aman dan lancar," pungkasnya.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow