Menteri Ketenagakerjaan Dorong Pekerja Migran Indonesia di Abu Dhabi untuk Menjadi Duta Bangsa

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dengan tegas mendukung upaya menjadikan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai duta bangsa Indonesia di luar negeri.

02 Oct 2023 - 09:19
Menteri Ketenagakerjaan Dorong Pekerja Migran Indonesia di Abu Dhabi untuk Menjadi Duta Bangsa
Menaker, Ida Fauziyah dalam Sosialisasi Permenaker Nomor 4 Tahun 2023 tentang Jaminan Sosial Bagi Pekerja Migran Indonesia di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), Sabtu (30/9/2023). (Dok: Kemnaker)

Jakarta, (afederasi.com) - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dengan tegas mendukung upaya menjadikan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai duta bangsa Indonesia di luar negeri. Hal ini disampaikannya dalam Sosialisasi Permenaker Nomor 4 Tahun 2023 tentang Jaminan Sosial bagi Pekerja Migran Indonesia di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), Sabtu (30/9/2023). Ida Fauziyah mendorong PMI untuk tidak hanya menjadi pekerja di negara penempatan, tetapi juga untuk mengenalkan budaya, kekayaan alam, dan potensi-potensi Indonesia. Dalam pandangannya, PMI harus menjadi contoh yang baik dalam kemampuan dan etos kerja di luar negeri.

Dalam rangka mencapai hal tersebut, Ida Fauziyah meyakini bahwa penting bagi para pekerja migran Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan etos kerja terbaik mereka selama bekerja di negara penempatan. Ini akan membuat negara-negara penempatan mengakui kualitas pekerja Indonesia, tidak hanya dari segi kompetensi teknis, tetapi juga soft skill yang baik. Dengan semangat ini, PMI dapat membuka lebih banyak peluang pekerjaan bagi rekan-rekan sesama Indonesia.

Tidak hanya itu, Ida Fauziyah juga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sedang berupaya keras untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional melalui potensi ekonomi dan wisata. Oleh karena itu, ia berharap agar para pekerja migran, sebagai duta bangsa, dapat turut serta dalam mengenalkan kekayaan dan keragaman Indonesia kepada dunia. Ini mencakup promosi wisata, kuliner, produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan banyak lagi.

"Jika teman-teman sudah melakukan peran itu, insyaallah Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045 akan bisa dipegang oleh kita semua," tambah Ida Fauziyah, dengan penuh harapan seperti yang dilansir dari suara.com media partner afederasi.com.

Dalam konteks perlindungan bagi PMI, Ida Fauziyah menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk memberikan perlindungan melalui program Jaminan Sosial bagi pekerja migran Indonesia dan keluarganya, sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 4 tahun 2023 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia. Regulasi ini merupakan penyempurnaan dari regulasi sebelumnya, yaitu Permenaker Nomor 18 Tahun 2018.

Menariknya, dalam Permenaker terbaru ini, terdapat peningkatan signifikan dengan adanya 7 manfaat baru dan 9 manfaat yang nilainya meningkat, semua ini diberikan tanpa adanya kenaikan iuran program Jaminan Sosial. "Pemerintah akan terus bekerja memastikan kepada pekerjanya, mereka yang telah menjadi pahlawan devisa, dengan memberikan pelindungan dari hulu hingga hilir, termasuk memberikan pelindungan sosial bagi mereka," jelas Ida Fauziyah dengan tekad yang kuat.(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow