Menhaj Gus Irfan Sebut Haji Ilegal Menurun Drastis

07 May 2026 - 16:18
Menhaj Gus Irfan Sebut Haji Ilegal Menurun Drastis
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf ditemui saat pelepasan jemaah haji Kabupaten Jombang 2026 di pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (07/05/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan kabar menggembirakan terkait proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia untuk musim haji 2026. Hingga saat ini, lebih dari 50 persen jemaah haji asal Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Irfan saat melepas keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Jombang di halaman Pendapa Kabupaten Jombang, Kamis (07/05/2026).

“Sudah 50 persen lebih. Kemarin 50 persen sudah berangkat semua, dan alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, tidak ada kendala yang berarti,” ujar Menhaj kepada awak media.

Gus Irfan menambahkan bahwa sebagian jemaah yang sebelumnya berada di Madinah kini sudah mulai bergeser ke Mekkah. “Sebagian jemaah yang di Madinah sudah bergeser ke Mekkah. Hari ini yang berangkat langsung ke Jeddah, kemudian ke Mekkah,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Haji dan Umrah juga menyoroti upaya pencegahan terhadap praktik haji ilegal. Menurutnya, pada musim haji 2026 ini, pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) bersama yang terdiri dari Kementerian Haji dan Umrah RI, Kepolisian RI, dan Imigrasi Indonesia.

“Fungsinya, untuk mencegah adanya haji-haji yang tidak melalui prosedur yang benar. Daripada di sana terlunta-lunta, dikejar-kejar kepolisian, tidak bisa menjalankan ibadah haji, kita cegah di sini,” tegas Gus Irfan.

Salah satu kabar baik yang disampaikan Gus Irfan adalah menurunnya drastis kasus haji ilegal pada tahun ini. Berdasarkan laporan yang diterima dari Wakapolri, jumlah kasus haji ilegal hingga saat ini belum mencapai 100 orang.

“Sampai hari ini mungkin belum sampai 100 (kasus). Tadi malam Wakapolri melaporkan kepada kami, sekitar 60,” ungkap Menhaj.

Angka tersebut jauh menurun dibandingkan dengan musim haji tahun 2025 yang lalu, di mana total sekitar 1000 orang tertahan di bandara karena mencoba berangkat secara ilegal.

“Alhamdulillah tahun ini dengan komunikasi yang baik dengan masyarakat, dengan edukasi yang baik, mereka sudah faham,” ucap Gus Irfan.

Namun demikian, Menhaj mengingatkan pihak-pihak yang mencoba mencari peluang dari calon jemaah haji. “Tapi tetap kami mohon kepada mereka-mereka yang berusaha mencari peluang, mencari kemanfaatan itu, tolonglah kasihan mereka, jangan sampai tertipu oleh iming-iming haji tanpa antre. Prinsipnya tidak ada haji tanpa antre,” tegasnya.

Gus Irfan memastikan bahwa berdasarkan laporan petugas di lapangan di Arab Saudi, seluruh proses ibadah haji berjalan dengan lancar. Meskipun ada satu atau dua kendala kecil, semua dapat diatasi dengan segera.

Disinggung soal jemaah yang tertolak, Menhaj menjelaskan bahwa hanya satu jemaah yang ditolak oleh Imigrasi Arab Saudi. Sementara itu, jemaah yang tertolak di asrama haji karena faktor kesehatan kurang dari 10 orang.

Mengingat masih ada jemaah haji yang belum berangkat, Gus Irfan mengimbau para calon jemaah untuk terus menjaga kesehatan. “Memang sebelum pelunasan mereka sudah diperiksa ‘keistithaahannya’, waktu itu memang lolos. Tapi kan antara pemeriksaan pertama dan sekarang ini ada jeda waktu tiga bulan. Selama waktu tiga bulan itu kita berharap mereka tetap menjaga kebugarannya supaya bisa lolos,” pungkasnya. (san)



What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow