Melihat Keindahan Bonsai: Karya Seni Hidup di Tangan Mohamad Masrur
Jombang, (afederasi.com) – Di tengah perumahan Jombang Citra Raya, Perum Jombang Citra Raya Blok E1-8, Desa Pandanwanggi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, seorang penggemar bonsai bernama Mohamad Masrur (48) telah mengubah halaman rumahnya menjadi galeri seni hidup. Dengan puluhan tanaman bonsai dari berbagai jenis, Masrur tidak hanya merawat tanaman, tetapi juga menciptakan karya seni yang mempresentasikan keindahan alam.
Bonsai, yang sering dianggap sebagai tanaman kerdil, sebenarnya adalah hasil dari kesabaran dan ketelitian dalam perawatan. Di tangan Masrur, bonsai-bonsai ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang datang. "Saya sudah mengikuti puluhan lomba kontes bonsai, dari tingkat lokal hingga nasional," ungkap Masrur saat ditemui di rumahnya Kamis ( 17/07/2025).
Di antara koleksinya, terdapat berbagai jenis bonsai seperti ulmus mikro Thailand, cemara sargenti, dan beringin dollar. "Bonsai-bonsai ini rata-rata sudah berusia 10 hingga 20 tahun," tambahnya. Proses perawatan bonsai yang dilakukan Masrur meliputi penyiraman, pemupukan, dan pembentukan, yang semuanya memerlukan waktu dan perhatian khusus.
Masrur menjelaskan bahwa merawat bonsai bukanlah pekerjaan yang instan. "Butuh kesabaran ekstra. Menumbuhkan ranting sedikit saja bisa memakan waktu berbulan-bulan," ujarnya. Ia juga memberikan saran bagi para pemula yang ingin terjun ke dunia bonsai. "Jangan hanya melihat harga murah. Investasi pada bonsai yang berkualitas akan memberikan hasil yang lebih baik di masa depan."
Pengalaman Masrur dalam mengikuti kontes bonsai sangat berharga. Ia pernah menjual bonsai santigi miliknya seharga puluhan juta setelah pameran di Bojonegoro. "Bonsai ini tidak besar, tapi kualitasnya sangat baik," jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya memahami karakter setiap jenis pohon bonsai, karena setiap pohon memiliki perlakuan yang berbeda.
Meskipun tantangan dalam menanam bonsai ada, Masrur merasa tidak ada kendala yang berarti. "Yang terpenting adalah pengetahuan tentang kebutuhan setiap pohon. Ada yang suka air, ada yang tidak," tuturnya. Dengan menggunakan pupuk kambing yang dicampur pasir malang dan sekam, ia berhasil menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bonsai.
Melalui dedikasinya, Mohamad Masrur tidak hanya menciptakan keindahan, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk menghargai seni bonsai. Dengan setiap ranting yang tumbuh, ia menunjukkan bahwa kesabaran dan cinta terhadap alam dapat menghasilkan karya seni yang abadi.( san).
What's Your Reaction?



