Meitri Citra Wardani Anggota DPR RI Dapil VIII Sosialisasi Program Kampung Iklim
Jombang, (afederasi.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Komisi XII, Hj. Meitri Citra Wardani, S.H., bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Acara yang berlangsung di Azana Style Hotel, Senin (15/6/2026) ini menekankan urgensi transformasi sampah menjadi sumber energi baru terbarukan sebagai solusi krisis iklim global.
Ditemui seusai kegiatan, Meitri Citra Wardani yang akrab disapa Bu Meitri tersebut menegaskan bahwa masyarakat harus mengubah paradigma terhadap sampah. Sampah tidak lagi dipandang sebagai barang kotor dan tidak berguna, melainkan sebagai komoditas bernilai ekonomi.
"Sampah sendiri tidak hanya sebagai sesuatu yang kotor, tapi kalau dikelola dan difungsikan dengan baik, akan menjadi energi baru dan terbarukan," ujar politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VIII itu di hadapan para peserta sosialisasi.
Lebih lanjut, Meitri mendorong agar Kampung Proklim di Jombang tidak hanya fokus pada adaptasi dan mitigasi bencana, tetapi juga menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi hijau.
Ia membayangkan terciptanya kampung yang asri dengan ruang terbuka hijau, konsep go green, serta ekosistem udara dan air yang sehat.
"Sebuah kampung yang indah, memiliki ruang terbuka hijau, serta ekosistem yang baik itu bisa menjadi sumber perekonomian. Sampah dimanfaatkan untuk dikaryakan menjadi produk UMKM guna memenuhi kebutuhan perekonomian," bebernya.
Dalam kunjungan kerjanya, Meitri juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang atas komitmennya dalam pengelolaan persampahan. Dukungan nyata terlihat dari keberadaan ruang terbuka hijau, tempat pemilahan sampah, serta kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dinilai sudah cukup baik.
Komitmen tersebut diperkuat dengan kebijakan anggaran yang signifikan. "Anggaran sebesar 3 persen dari seluruh penganggaran yang dimiliki kabupaten dialokasikan untuk kebutuhan khusus pengelolaan sampah," ungkap Meitri mengapresiasi.
Ke depan, Meitri berharap pengelolaan sampah di Jombang dapat menjadi model bagi daerah lain. Selain menciptakan energi terbarukan, langkah ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ramah lingkungan.
Dengan adanya sinergi antara DPR RI, KLH, dan pemerintah daerah, Program Kampung Iklim (Proklim) di Jombang diharapkan menjadi pionir dalam mengatasi krisis iklim sekaligus mendorong kemandirian energi di tingkat akar rumput. (san)
What's Your Reaction?

