DLH Jombang Genjot Program Kampung Iklim Demi Atasi Perubahan Iklim
Jombang, (afederasi.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang terus memacu program kerja unggulan di bidang pengendalian pencemaran, konservasi sumber daya alam, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan hidup, meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran.
Kepala DLH Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, menegaskan bahwa berbagai program yang berjalan saat ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Pihaknya menggandeng perusahaan swasta, BUMN, perguruan tinggi, hingga kelompok masyarakat.
"Dengan kondisi anggaran yang terbatas, kami memperkuat sinergi dan kemitraan dengan berbagai pihak agar program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tetap berjalan optimal," terangnya kepada media, Senin (15/06/2026).
Salah satu program prioritas yang terus didorong oleh DLH Jombang adalah Program Kampung Iklim (Proklim). Program ini merupakan inisiatif nasional untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Dalam pelaksanaannya, DLH Jombang juga melibatkan generasi muda. Hal ini bertujuan agar kesadaran terhadap isu lingkungan dapat tumbuh sejak dini.
"Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan Proklim. Karena itu kami mendorong keterlibatan pemuda, komunitas, dan warga dalam berbagai aksi nyata pengendalian perubahan iklim," ujarnya.
Ulum merinci, sejak tahun 2017 hingga 2026, sudah ada 18 desa/kelurahan di Kabupaten Jombang yang mendapatkan predikat Proklim. Setiap tahun, DLH Jombang terus melakukan pendataan dan memberikan motivasi kepada desa-desa untuk turut serta.
Pada tahun 2026 ini, terdapat lima desa yang mengikuti program Proklim, yaitu:
1. RW 9, Dusun Ngelom, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.
2. RW 7, Dusun Sambong Santren, Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang.
3. Dusun Caruk Kulon, Desa Jabon, Kecamatan Jombang.
4. Dusun Subontoro, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung.
5. Dusun Cangkringmalang, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben.
Untuk mendukung kelancaran Proklim, DLH Kabupaten Jombang melakukan pendampingan intensif melalui sosialisasi dan bimbingan teknis di lapangan. Mereka juga bekerja sama dengan PKK Kabupaten dalam proses pendampingan.
Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, DLH Jombang memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa:
1. Bibit tanaman sebanyak 2.445 bibit, terdiri dari mangga, alpukat, jambu air, mangga arum manis, nangka, ketapang, dan pagoda.
2. Komposter 60 liter sebanyak 80 unit.
3. Tempat sampah beranda 240 liter sebanyak 78 unit.
Ulum menjelaskan, dalam kegiatan Proklim juga terintegrasi dengan program bank sampah. Penanganan sampah mencakup sampah organik, plastik, dan rumah tangga.
"Di Jombang, untuk sampah plastik, Bank Sampah Induk Jombang (BSIJ) langsung menyalurkannya ke pabrik pengolahan plastik. DLH telah mendapatkan kuota khusus dari pabrik sebesar 2-3 ton, dan kerjasama ini sudah berjalan selama tiga tahunan," jelasnya.
Untuk pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), pihaknya berharap masyarakat dapat mengelola secara mandiri. Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Jombang, pendekatan berbasis kelompok masyarakat dinilai paling ideal.
"Lebih idealnya, pemerintah hanya membangun fisiknya, dan untuk pengelolaan dilakukan oleh warga sekitar melalui kelompok masyarakat," pungkasnya. (san)
What's Your Reaction?

