DPRD Surabaya Bantah Kenaikan Harga Tiket KBS
Surabaya, (afederasi.com) - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Mochamad Machmud, memberikan sorotan terhadap rencana kenaikan harga tiket di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Pendapatnya tidak sejalan dengan pemikiran Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS.
Menurut politikus dari Partai Demokrat, menaikkan harga tiket untuk pengunjung seolah-olah hanya menjadi tindakan sepele tanpa memberikan inovasi yang diperlukan.
Machmud berpendapat bahwa kenaikan tarif tiket sebagai cara untuk meningkatkan pendapatan KBS mirip dengan taktik yang dilakukan oleh para calo. Dia menyatakan, "Ganti direktur percuma, kalau misalnya direktur meningkatkan pendapatan KBS dengan cara menaikkan tarif, tidak usah direktur kasih calo juga bisa."
Machmud menjelaskan alasan pendapatnya. Dia menyatakan bahwa dengan menaikkan harga tiket masuk, pendapatan KBS akan meningkat secara langsung, tanpa perlu berinovasi. Oleh karena itu, Machmud berharap KBS dapat memaksimalkan potensinya dengan menambahkan atraksi seperti menambah satwa, sirkus, dan pengembangan wisata lainnya di dalamnya.
"Dengan banyaknya pengunjung, maka akan banyak pendapatan. Bagaimana membuat hari-hari biasa menjadi seperti hari Minggu, dan hari Minggu bisa ditingkatkan lagi," tegas Machmud.
Direktur Utama PDTS, Choirul Anwar, menjelaskan bahwa usulan kenaikan tiket masuk untuk pengunjung KBS telah diajukan kepada Walikota Eri Cahyadi. Dia menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur di KBS membutuhkan dukungan keuangan, dan kenaikan tarif tiket merupakan salah satu sumber pendanaan pembangunan infrastruktur tersebut.
Choirul menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan kenaikan tarif tiket, di mana pada hari Senin hingga Jumat tiket akan seharga Rp. 20.000, sementara pada Sabtu-Minggu dan hari besar akan seharga Rp. 25.000.
"Usulan ini saat ini sedang dalam analisis oleh Wali Kota. Jika usulan ini diterima, pembangunan infrastruktur di KBS dapat dipercepat," kata Choirul. (al)
What's Your Reaction?



