Sensus Ekonomi 2026 Dimulai: Jadi yang Pertama Didata, Bupati Lamongan Dorong Akurasi Sektor Ekonomi Digital
"Capaian ini sangat menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Lamongan mencapai 10,79 persen pada Triwulan I dan menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kabupaten Lamongan cukup tinggi. Ke depan, kita akan terus mendorong terciptanya iklim yang lebih kondusif agar pertumbuhan ekonomi semakin kuat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat," urai Pak Yes optimistis.
Lamongan, (afederasi.com) – Hari pertama pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Lamongan resmi bergulir hari ini, Senin (15/06/2026). Momentum agenda nasional sepuluh tahunan ini diawali dengan pendataan perdana yang menyasar orang nomor satu di Jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan, yakni Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di kediaman resminya. Senin, (15/6/2026).
Petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamongan mendatangi langsung kediaman Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut untuk melakukan wawancara dan pengisian instrumen data secara menyeluruh. Langkah ini menjadi simbol dibukanya secara resmi proses pencacahan lapangan yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
"Sensus Ekonomi 2026 dimulai hari ini hingga 31 Agustus mendatang. Ini adalah peristiwa nasional yang harus kita sukseskan bersama karena akan menjadi data dasar bagi pembangunan Kabupaten Lamongan maupun pembangunan nasional secara keseluruhan," ujar Pak Yes sesaat setelah menerima petugas pencacah di ruang tamunya, Senin (15/06/2026) pagi.
Usai dicacah oleh petugas BPS, Bupati Yuhronur menegaskan bahwa keikutsertaannya sebagai warga pertama yang didata merupakan bentuk keteladanan serta komitmen pemerintah daerah untuk menyukseskan SE 2026. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha konvensional, hingga para pelaku industri kreatif digital di Lamongan untuk menyambut petugas sensus dengan memberikan data yang sejujur-jujurnya.
Menurut Pak Yes, potret ekonomi yang akurat sangat krusial bagi pemerintah daerah dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan taktis di masa mendatang, terlebih di tengah laju tren pertumbuhan ekonomi Lamongan yang tengah meroket tajam.
Berdasarkan data makro terbaru, performa ekonomi Kabupaten Lamongan memang menunjukkan grafik yang sangat mengesankan. Pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Lamongan melesat di angka 10,79 persen dibandingkan periode sebelumnya. Angka pertumbuhan tersebut menempatkan Kabupaten Lamongan di peringkat kedua tertinggi di seluruh Provinsi Jawa Timur, tepat di bawah Kabupaten Pamekasan. Lompatan ini melengkapi tren positif akhir tahun 2025 yang tercatat tumbuh sebesar 5,91 persen secara year on year (yoy), dibarengi keberhasilan menekan angka kemiskinan ekstrem dari 0,61 persen menjadi 0,26 persen.
"Capaian ini sangat menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Lamongan mencapai 10,79 persen pada Triwulan I dan menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kabupaten Lamongan cukup tinggi. Ke depan, kita akan terus mendorong terciptanya iklim yang lebih kondusif agar pertumbuhan ekonomi semakin kuat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat," urai Pak Yes optimistis.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Lamongan, Hermanto, yang memimpin langsung jalannya pendataan perdana tersebut menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 didesain secara komprehensif untuk menangkap seluruh dinamika usaha. Perbedaan paling mencolok pada pelaksanaan SE 2026 dibanding satu dekade lalu adalah integrasi penuh terhadap sektor ekonomi digital yang kini kian menjamur.
Hermanto menambahkan, sebanyak 1.258 petugas lapangan yang sebelumnya telah mengikuti apel siaga akan bergerak secara door to door menyisir seluruh wilayah kecamatan. Petugas dibekali metodologi khusus untuk melacak aktivitas ekonomi non-fisik atau tanpa gerai toko, seperti content creator dan digital seller.
"Kalau 10 tahun yang lalu sektor ekonomi digital belum berkembang seperti sekarang. Pada Sensus Ekonomi 2026 ini kami juga akan mendata pelaku usaha digital, termasuk content creator dan berbagai aktivitas ekonomi berbasis platform digital yang selama ini tidak terlihat secara fisik, tetapi memiliki kontribusi ekonomi yang cukup besar," terang Hermanto menerangkan teknis pencacahan baru tersebut.
BPS Lamongan menjamin penuh kerahasiaan data individu maupun badan usaha yang disensus sesuai regulasi perundang-undangan yang berlaku. Pihaknya berharap keterbukaan informasi dari para pelaku usaha dapat memetakan potensi riil daerah demi menyokong pemerataan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Lamongan. (yan)
What's Your Reaction?

