Kuota Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang Terpenuhi 100 Persen

23 Jun 2026 - 19:27
Kuota Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang Terpenuhi 100 Persen
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, saat di temui di ruang kerjanya di kantor Dinsos Jombang, Selasa (23/06/2026). (Foto: santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Kabupaten Jombang. Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Sosial memastikan kuota siswa untuk Program Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 8 tahun ajaran 2026/2027 telah terpenuhi 100 persen. Total 270 siswa baru akan segera mengikuti pendidikan gratis di jenjang SD, SMP, dan SMA.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, menyatakan bahwa proses penjaringan siswa saat ini telah selesai seluruhnya. Ketiga jenjang pendidikan masing-masing telah terisi penuh oleh 90 siswa.

"Untuk jenjang SD, SMP, dan SMA sudah terpenuhi masing-masing 90 siswa dan untuk Cadangan 10 persen dari pagu jadi masing- masing-masing jenjang 9 siswa," terangnya saat ditemui media afederasi.com, di kantor Dinsos Jombang, Selasa (23/6/2026).

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras serta upaya maksimal yang dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). 

Melalui sistem jemput bola dan verifikasi faktual ke rumah-rumah warga hingga pelosok desa, kuota yang semula masih kurang sekitar 20 siswa untuk jenjang SD akhirnya dapat dipenuhi.

Pemkab Jombang menerapkan mekanisme penjaringan yang ketat agar program ini tepat sasaran. Calon siswa di prioritaskan bagi anak tidak sekolah/DO atau rentan DO, anak terlantar. Keluarga desil 1 dan 2, serta non desil chase khusus (dengan penyesuaian desil sesuai fakta lapangan).

Agung menegaskan bahwa validasi lapangan menjadi tahapan krusial. Data yang ada di DTSEN dicocokkan dengan kondisi riil sosial ekonomi keluarga calon siswa.

"Sesuai arahan Bupati, kami turun ke lapangan untuk memastikan kondisi riil calon siswa. Data yang ada di DTSEN kami cocokkan dengan fakta di lapangan sehingga program ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terutama mereka yang selama ini terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan.

Seperti yang dirasakan oleh Zalika, warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, yang anaknya, Bagus Puji Pangestu, lolos sebagai calon siswa.

"Kami sangat berterima kasih karena anak kami memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan melalui program ini. Semoga kelak ia dapat tumbuh menjadi pribadi yang berhasil, membanggakan keluarga, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Zalika penuh haru.

Dengan terpenuhinya kuota siswa 100 persen, Program Sekolah Rakyat di Jombang siap menjadi instrumen strategis dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Program ini memberikan kesempatan emas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya, mulai dari seragam, buku, hingga konsumsi sehari-hari selama di sekolah.

Pemkab Jombang berkomitmen untuk terus mengawal program ini agar berjalan sesuai harapan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Santri. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow